MEMOX.CO.ID – Sosok Firhando Gumelar (Mas Gum) di mata Partai Golongan Karya (Golkar) dan partai koalisi, serta alasan meminang sebagai Bacawali yang diusung bersama partai koalisi seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat.
Selain memiliki kesamaan dalam visi dan misi, Mas Gum merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Kota Batu kedepan.
Hal ini disampaikan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Batu, Drs. Didik Machmud Harianto, M.M, selain tokoh muda milenial Mas Gum juga berpengalaman memimpin perusahaan.
“Mas Gum adalah sosok muda milenial dengan segudang pengalamanya dalam memimpin perusahaan selama ini,” tuturnya.
Menurutnya, visi dan misi nya jelas pro rakyat yaitu untuk kesejahteraan masyarakat Kota Batu.”Visi Misi Firhando Gumelar itu jelas untuk kesejahteraan masyarakat Kota Batu, seperi menjaga kelestarian alam dan lingkungan, yang terpenting kami menilai ada kejujuran dan keterbukaan,” ucap Didik.
Lanjut ia, Kota Wisata Batu (KWB) butuh sosok pemimpin yang kreatif yang bisa meningkatkan UMKM serta mengangkat seni dan budaya, bukan hanya di Indonesia akan tetapi hingga Internasional.
Saat ditanya soal calon wakil yang akan mendampingi Mas Gum diperhelatan Pilkada mendatang, Didik menegaskan bahwa Calon Wakilnya berasal dari Kota Batu.
“Yang jelas pendamping Mas Gum itu orang Batu sendiri alias Putra Daerah, untuk nama jangan dulu ya mas,” kata Didik sembari tersenyum.
Didik menambahkan, Kelebihan mas gum yang paling menonjol yaitu, beliau sosok pemuda yang mandiri dan bijaksana, dengan berbagai kelebihan dan keunggulanya, membuat Partai Golkar bersama Partai Koalisi lain yakin bahwa Mas Gum pilihan yang tepat.
Berikut keunggulan dan kelebihan sosok Mas Gum antara lain inovasi dan Kreativitas. Pemimpin muda sering kali membawa ide-ide baru dan segar. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap perubahan dan inovasi dibandingkan pemimpin yang lebih tua.
Dengan latar belakang pendidikan yang up-to-date dan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi, pemimpin muda dapat mendorong inovasi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
Generasi muda dikenal lebih melek teknologi. Mereka tidak hanya menggunakan teknologi untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dalam pemerintahan.
Pemimpin muda dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi birokrasi, transparansi, dan pelayanan publik. Misalnya, penerapan e-government dapat mempercepat proses administrasi dan meningkatkan akuntabilitas.
Serta keterbukaan terhadap Kolaborasi dan Partisipasi Publik. Pemimpin muda cenderung lebih terbuka terhadap kolaborasi dan partisipasi publik.
Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat juga memikirkan dampak jangka panjang dari kebijakan yang diambil. Hal ini penting untuk memastikan pembangunan(*)






