Malang, Memox.co.id – Arema bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan saya. Boleh dibilang ‘Garwo’ dalam bahasa jawa diartikan sigarane nyowo atau belahan jiwa dalam bahasa Indonesia.
Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa Arema itu adalah kebanggaan, Arema itu karakter, Arema itu keasyikan yang memberi manfaat dan sugesti kepada banyak orang untuk kerja keras. Serta sebuah solidaritas yang pantang putus asa.
Arema adalah sub kultur Malangan di masyarakat Bhumi Arema dengan ciri khas sifat egaliternya, yang meliputi wilayah administrasi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Bahkan jika dihitung dengan semua arek-arek Malang yang merantau dengan berbekal jiwa Arema nya maka dapat dikatakan bahwa sub culture Arema itu sudah tersebar kemana-mana seantero nusantara bahkan dunia.
Sejak 2001 saya pernah diundang berbagai paguyuban keluarga besar Arema dimana-mana. Antara lain Arema Dewata Bali, Arema Batavia Jakarta, Arema Borneo – Kalimantan Timur bahkan sampai Arema Wamena hingga Arema Makkah di Saudi Arabia.
Dalam berbagai kesempatan saya selalu menyampaikan Arema mBois dan mBois Arema. Setiap kesempatan tampil bersama D’Kros kata mbois Arema selalu saya teriakan, hal itu bukan tidak ada maksud. Artinya kata itu ungkapan semangat kepada Arema Singo Edan.
Ketika bicara tentang Arema tidak hanya melulu tentang olah raga sepakbola tetapi ada hal lain yang lebih hidup dalam kehidupan. Misal tentang respek, kegiatan humanis maupun kita sebagai mahluk sosial yang masih butuh berdampingan dengan manusia lainnya.
Saya sebagai manusia pastinya tidak luput dari sebuah kesalahan. Masih hangat dalam benak saya bahwasanya kesalahan saya itu menjadi pelajaran berharga dalam menapaki kehidupan ini. Pastinya, semangat akan Arema tidak akan pernah kendor. Karena Arema jugalah yang bisa membuat bangkit dalam persoalan.
Sebagai manusia beragama, saya terus meyakinkan diri bahwa Tuhan saja masih bersedia memaafkan umatnya dari kesalahan masak manusia tidak. Lebih pastinya, ketika saya dihadapkan dalam sebuah persoalan pelik, harus diyakini Tuhan mempunyai rencana yang lebih indah dan bagus buat diri ini.
Arema dengan teriakan salam satu jiwa, senantiasa memberi semangat dalam berbagai gerak. Pada ulang thun yang ke 35 tahun ini, saya masih bersemangat seperti sebelum-sebelumnya, dengan teriakan “Salam Satu Jiwa”. Harapan hari ini harus lebih baik dari sebelumnya tercurah buat kebanggaan saya, Arema.
Hidup harus terus berlangsung, mengutip dari Walt Disney bahwa, “Semua impian kita bisa menjadi kenyataan, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya”. Juga ada kutipan yang bisa menjadi pegangan kita “Kehidupan yang tidak diuji tidak layak untuk dijalani”.
/Socrates./ by Ir Ade Herawanto MT frontmen d’Kross
