Kapolresta Malang Kota Edukasi Ratusan Siswa SMPN 20 untuk Berani Melawan Narkoba

MEMOX.CO.ID – Gencarkan program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. turun langsung memberikan edukasi kepada ratusan siswa-siswi SMP Negeri 20 Malang, di Jalan Tumenggung Suryo, Kota Malang, Senin (02/11/26)

Silaturahmi dan sambang sekolah Kombes Pol Danang bersama Para Pejabat Utama ini difokuskan pada penguatan mental, pembentukan karakter, serta pencegahan kenakalan remaja sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol Danang hadir sebagai pemateri sekaligus memberikan pemahaman langsung mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, faktor penyebab, hingga dampak dan risiko yang dapat ditimbulkan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh Kombes Pol Danang menjelaskan bahwa kenakalan remaja tidak hanya berpotensi terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga bisa di luar sekolah ketika aktivitas dan pergaulan anak yang Kurang mendapatkan pengawasan dari orang tua maupun guru.

“Penguatan mental pelajar menjadi salah satu langkah penting agar mereka mampu berpikir cepat, mempertimbangkan konsekuensi, serta mengambil keputusan yang tepat sebelum terlibat dalam tindakan negatif,” ungkapnya.

Danang menekankan bahwa setiap perilaku menyimpang memiliki risiko yang tidak boleh dianggap sepele.

“Setiap Perbuatan pasti memiliki dampak, dan dampaknya bukan hanya merugikan pelaku maupun korban, tetapi juga dapat mengganggu lingkungan sosial dan menghambat masa depan pelajar,”jelasnya.

Materi edukasi turut membahas sejumlah bentuk kenakalan remaja, mulai dari tawuran, pelanggaran ketertiban berlalu lintas, konsumsi minuman keras, hingga penyalahgunaan narkotika seperti sabu, ganja, dan ekstasi.

Secara khusus, Kapolresta juga mengajak para siswa untuk berani melawan narkoba serta tidak mudah tergiur tawaran maupun ajakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika melalui cairan rokok elektrik atau vape.

Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab. Danang mengajak sejumlah perwakilan siswa maju ke depan untuk menyampaikan pendapat serta memberikan pesan positif kepada teman-temannya.

Metode tersebut dilakukan untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi para pelajar.

Dengan melibatkan langsung, siswa kami harapkan tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi pengingat dan penggerak bagi teman sebaya dalam mencegah kenakalan remaja. (fik/hms)