MEMOX.CO.ID — Warga Dusun Sukosawah, Desa Sukodono, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, meminta PLN segera melakukan pengecekan terhadap jaringan listrik di wilayah mereka. Pasalnya, sejumlah kabel listrik masih ditopang menggunakan bambu dan tiang besi kecil.
Kondisi tersebut terlihat di sekitar RT 5/RW 3 Dusun Sukosawah. Berdasarkan video yang beredar, hanya terdapat satu tiang beton PLN di lokasi. Sementara sejumlah kabel lainnya tampak menggunakan penyangga berupa tiang besi kecil dan bambu.
Tokoh masyarakat setempat, Zainuddin, mengatakan lokasi tersebut merupakan jalur yang cukup sering dilalui warga. Tidak hanya kendaraan, jalan itu juga menjadi akses anak-anak sekolah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Mereka melintas di lokasi tersebut pada pagi maupun sore hari, saat hendak belajar,” katanya melalui sambungan Whatsapp, Kamis (8/10/2026).
Yang menjadi perhatian warga, sebagian kabel melintas di atas sawah dan jalan umum yang setiap hari digunakan masyarakat. Beberapa bambu yang difungsikan sebagai penyangga juga disebut sudah dalam kondisi rawan roboh.
Menurutnya, kondisi penyangga kabel yang menggunakan bambu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Terlebih, warga tidak mengetahui secara pasti kondisi kabel listrik yang berada di atas jalur tersebut.
“Saya takut ada tegangan listrik yang membahayakan warga dan anak-anak. Apalagi kita tidak tahu kondisi kabelnya seperti apa,” selalnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Rahmali, salah seorang warga. Ia menyebut penyangga kabel dari bambu bahkan beberapa kali roboh.
Kondisi itu, kata dia, semakin mengkhawatirkan ketika wilayah tersebut dilanda hujan maupun angin kencang. Sebab, robohnya penyangga berpotensi mengganggu jaringan sekaligus membahayakan warga yang melintas.
Selain persoalan konstruksi penyangga, warga juga mengeluhkan kondisi tegangan listrik di kawasan tersebut.
Berdasarkan pengukuran yang dilakukan warga, tegangan listrik disebut berada di kisaran 180 volt. Kondisi tersebut dirasakan dari lampu rumah warga yang terkadang redup dan pada waktu tertentu kembali terang.
“Lampu di rumah warga terkadang terlihat redup dan pada waktu tertentu kembali terang. Jadi tidak stabil, sehingga dikhawatirkan mengganggu penggunaan peralatan elektronik rumah tangga,” paparnya.
Warga menyebut persoalan jaringan listrik tersebut bukan baru terjadi. Mereka mengaku kondisi serupa telah berlangsung selama puluhan tahun, namun hingga kini belum ada perbaikan jaringan secara menyeluruh.
Masyarakat berharap PLN turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jaringan listrik di lokasi. Terutama mengganti penyangga bambu dan konstruksi yang dinilai tidak layak dengan tiang jaringan listrik sesuai standar.
“Kami berharap segera ada tindakan dari PLN. Ini sudah puluhan tahun belum ada tindak lanjut,” pungkasnya.(rif/syn)






