MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai target pelayanan kepada 365 ribu warga atau sekitar 46 persen dari total penduduk.
Upaya percepatan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi yang dipimpin Pemerintah Kabupaten Bondowoso di Ruang Sabha Bina Praja, Kantor Pemkab Bondowoso, Selasa (28/7/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Moch Jasin, mengatakan hingga Juli 2026 capaian pemeriksaan kesehatan gratis telah mencapai sekitar 166 ribu warga atau 45,53 persen dari target.
“Masih ada sekitar 200 ribu warga yang menjadi sasaran dalam lima bulan ke depan. Karena itu kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang telah disediakan,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat tidak harus datang ke puskesmas. Pemeriksaan juga dapat dilakukan melalui kegiatan jemput bola di berbagai lokasi, seperti pondok pesantren, posyandu, pengajian, kegiatan sosial, hingga lingkungan RT maupun masjid.
Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin menggelar pemeriksaan kesehatan secara kolektif cukup mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan atau puskesmas setempat agar petugas dapat hadir ke lokasi.
“Kami siap hadir apabila ada permintaan dari masyarakat, baik melalui RT, masjid, pondok pesantren, maupun kegiatan lainnya. Tujuannya agar semakin banyak warga yang memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dinas Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada sejumlah puskesmas dengan capaian pelayanan tertinggi. Puskesmas Sempol menjadi yang terbaik dengan capaian di atas 90 persen, disusul beberapa puskesmas lain yang telah melampaui 70 persen.
Sementara puskesmas dengan capaian terendah akan mendapat pendampingan khusus. Dinas Kesehatan akan mengevaluasi strategi percepatan, termasuk menyusun jadwal pelayanan hingga titik-titik pelaksanaan di lapangan agar target pemeriksaan dapat tercapai pada akhir tahun.
Jasin menambahkan, program Cek Kesehatan Gratis mendapat dukungan penuh dari Bupati Bondowoso. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah awal untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing di Kabupaten Bondowoso.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bukan hanya dilakukan saat mengalami sakit.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan perlu terus ditingkatkan melalui pendekatan promotif dan preventif agar masyarakat lebih peduli menjaga kondisi kesehatannya sejak dini.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus mengintensifkan sosialisasi dan kampanye kesehatan agar masyarakat memahami bahwa kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan kualitas sumber daya manusia di Bondowoso juga semakin baik.
“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan kesehatan. Yang kita dorong adalah kesadaran untuk hidup sehat melalui upaya promotif dan preventif,” pungkasnya.(rif/syn)






