Dengan Bus Bagong Kapolresta Malang Kota Berangkatkan 45 Keluarga Korban Kanjuruhan untuk Ziarah Religi

MEMOX.CO.ID – Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari keluarga korban Kanjuruhan Kota Malang dan pengurus Museum Kanjuruhan diberangkatkan mengikuti ziarah religi di Jawa Timur, Sabtu, 18/7/2026.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana berangkatkan rombongan ziarah religi menggunakan satu unit bus PO Bagong Pariwisata dengan pengawalan kepolisian guna memastikan perjalanan aman.

“Kami memberikan kesempatan kepada keluarga korban Kanjuruhan melaksanakan ziarah ke makam para ulama serta tokoh yang memiliki nilai sejarah dan spiritual.” Ujar Kombes Pol Putu Kholis

Kombes Putu Kholis memberikan amanah AKP Totok Hariyanto atau yang akrab disapa Ustad Totok ini, mendampingi rombongan mulai pemberangkatan hingga rombongan kembali ke Kota Malang.

Empat lokasi yang menjadi tujuan ziarah religi tersebut meliputi Makam Sunan Ampel di Surabaya, Makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, kawasan Air Mata Ibu di Kabupaten Pamekasan, serta Petilasan Joko Tarub di Pamekasan.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap keluarga korban Kanjuruhan merupakan komitmen yang terus dijaga Polresta Malang Kota sebagai bagian dari pelayanan yang humanis.

LEPAS : Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Kholis saat melepas rombongan keluarga korban Kanjuruhan untuk melaksanakan ziarah religi

“Kebersamaan tidak berhenti setelah sebuah peristiwa berlalu. Kami ingin terus merawat komunikasi, memperkuat persaudaraan, dan memastikan keluarga korban tetap merasakan kehadiran negara melalui Polri,” tambahnya.

Perjalanan ziarah diawali menuju Makam Sunan Ampel di Surabaya. Sunan Ampel atau Raden Rahmat merupakan salah satu anggota Wali Songo yang memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa melalui pendekatan dakwah yang damai, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura.
Ulama kharismatik yang dikenal sebagai salah satu guru dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Destinasi berikutnya adalah kawasan Air Mata Ibu di Kabupaten Pamekasan, yang dikenal sebagai lokasi religius dan budaya masyarakat Madura.

Tempat ini menjadi simbol penghormatan terhadap kasih sayang seorang ibu, pengorbanan keluarga, serta nilai-nilai kehidupan yang sarat makna spiritual. Perjalanan ditutup dengan mengunjungi Petilasan Joko Tarub di Pamekasan.(fik/hms)