Renovasi Eks Aspol Menjadi Gedung Tathya Dharaka Polsek Lawang Memakan Korban Jiwa

MEMOX.CO.ID-Kapolres Malang AKBP M Taat Resdi resmikan renovasi masjid Budi Trianti dan Gedung Tathya Dharaka (Eks Aspol) Polsek Lawang yang terletak di Jl. Thamrin No.11, Lawang, Kecamatan Lawang Kabupaten. Malang Jawa Timur, Jum’at (26/06/26).

Awal pembangunan masjid Budi Trianti yang sebelumnya hanya sebuah mushola pada tahun 2025 mendapatkan bantuan dari negara Arab Saudi melalui muhamadiyah. Terkendala dana masjid tersebut sempat terhenti.

Berkat kedekatan anggota Polsek Lawang renovasi pembangunan masjid Budi Trianti dilanjutkan lagi atas suntikan dana dari seorang pengusaha yang ada di wilayah Kecamatan Lawang bernama H
Siswanto warga Desa Ketindan Kecamatan Lawang.

Desa Ketindan adalah sebuah kawasan strategis di Kecamatan Lawang yang berstatus sebagai Desa Wisata yang memadukan wisata petualangan, edukasi lingkungan, serta agrowisata perkebunan.

Usai peresmian Kapolres Malang AKBP M Taat Resdi didampingi H. Siswanto sebagai pihak donatur dan Kapolsek Lawang Kompol M Lutfi mengatakan, saya sangat berterima kasih kepada para tokoh masyarakat dan pihak-pihak lainnya yang telah banyak membantu pembiayaan proses renovasi masjid Budi Trianti ini yang miliki luas kurang lebih 250 meter persegi.

Keberadaan masjid Budi Trianti ini tidak hanya untuk anggota Polsek Lawang maupun masyarakat sekitar juga bisa dipakai untuk masyarakat umum untuk melaksanakan ibadah sholat maupun istirahat,” ujarnya.

Kapolres Malang juga mengatakan nama masjid Budi Trianti ini diambil dari nama almarhumah istri bapak H Siswanto yang bernama Budi Trianti.

Pada hari ini juga kami telah meresmikan Taman Sulipah Presisi Polsek Lawang dan Gedung Tathya Dharaka (Eks Aspol) Polsek Lawang,” ujarnya.

Informasi yang Memox.co.id dapat
dalam proses renovasi Gedung Tathya Dharaka yang dulunya digunakan sebagai Aspol Polsek Lawang telah terjadi kecelakaan kerja yang merenggut nyawa salah satunya pekerjanya.

Sedangkan satu korban lainnya saat ini masih menjali proses perawatan tim medis. Keduanya merupakan pekerja dari H Siswanto yang juga sebagai donotur dalam proses renovasi gedung yang dulunya terkenal angker.

Informasi lainnya yang didapat kalau kedua korban ini merupakan adik kakak. Akibat kecelakaan kerja tersebut sang kakak meninggal dunia akibat terjatuh dan tertimpa meterial setinggi 5 meter.

Tidak hanya itu saat mengerjakan bangunan diduga korban saat itu selesai mengkonsumsi minuman keras (miras). Tidak menutup kemungkinan kecelakaan kerja ini terjadi akibat korban dalam pengaruh miras.(fik).