Jajaran Pejabat Utama Polresta Malang Kota Sambangi Korban Kanjuruhan Sambil Memberikan Tali Asih

Giat Polri Peduli Jelang Hari Bhayangkara ke- 80 Tahun 2026

MEMOX.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli melaksanakan sambang dan silaturahmi kepada keluarga korban Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang, Senin (25/5/2026).

Giat Polri Peduli ini menindaklanjuti instruksi Kapolresta Kombes Pol Putu Kholis Aryana untuk menyambangi para keluarga korban Kanjuruhan yang ada di Kota Malang secara serentak.

Sekaligus juga memberikan tali asih
sebagai bentuk komitmen kemanusiaan sekaligus memperkuat kedekatan emosional antara kepolisian dan keluarga korban.

Tali asih adalah bentuk santunan atau bantuan dana dan moral dari pemerintah, perusahaan, atau komunitas yang diberikan sebagai wujud kepedulian dan empati kepada korban musibah seperti kepada para keluarga korban Kanjuruhan.

Tercatat sebanyak 30 keluarga korban Kanjuruhan telah dikunjungi langsung oleh jajaran Polresta Malang Kota.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Kholis menjelaskan bahwa Sambang dan silaturahmi Para Pejabat Utama mendapat amanah dari Kapolresta agar terus memberi palayanan terbaik terhadap keluarga korban terutama yang berdomisili di Kota Malang.

“Para Pejabat Utama yang mewakili Bapak Kapolresta untuk bersilaturahmi, menjalin komunikasi yang intens dengan keluarga korban. Ini bagian dari komitmen bahwa Polresta Malang Kota menjadi rumah bagi keluarga korban Kanjuruhan,” ujar Ipda Lukman.

Ia menambahkan, sambang tidak hanya bersifat seremonial, namun juga berkoordinasi, pemberian bantuan sosial, hingga layanan kesehatan gratis bagi keluarga korban.

Ipda Lukman menambahkan, jika saat ini ada keluarga korban belum bisa dikunjungi, maka bingkisan dan undangan tersebut akan diberikan besok atau hari berikutnya

“Selain silaturahmi, kami juga memberikan tali asih berupa sembako dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 Hijriah, serta layanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan,” jelasnya.

Diketahui, dari total korban Tragedi Kanjuruhan, terdapat 31 korban yang berasal dari wilayah Kota Malang.

Tidak hanya itu, Kapolresta Malang Kota juga mengundang seluruh keluarga korban untuk menghadiri doa bersama dan pengajian yang akan digelar di Stadion Gajayana pada Selasa malam (2/6/2026), sebagai bentuk refleksi dan penguatan spiritual bersama.

Salah satu keluarga korban, Mistakudin dan istrinya Suliani, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang terus diberikan oleh Kapolresta Malang Kota beserta jajarannya.

“Matur nuwun sanget, sampai sekarang Bapak Putu Kholis masih peduli dan terus membantu kami, terutama saat kami membutuhkan. Bantuan beliau sangat berarti bagi kami,” ungkap Suliani.(fik/hms).