Jembatan Sentong Ambles Akses Lumpuh, Warga Desak Aksi Cepat

Jembatan Sentong Ambles Akses Lumpuh, Warga Desak Aksi Cepat
Tim gabungan turun untuk melakukan pengecekan jembatan Sentong yang sudah ambles. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Penutupan total Jembatan Sentong di Jalan Mastrip, Kelurahan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, memicu keluhan luas dari warga. Jembatan penghubung vital itu ambles dan tak lagi bisa dilalui seluruh jenis kendaraan.

Keputusan penutupan diambil setelah rapat koordinasi tim gabungan UPT PJJ Jember pada Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Senin malam (23/2/2026). Berdasarkan hasil rapat, perbaikan baru akan dilaksanakan pada April 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.

Penutupan tersebut memaksa pengendara memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh. Sejumlah petugas bersama warga berjaga di lokasi untuk menghentikan kendaraan yang mencoba melintas.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ervan, warga Kelurahan Tamansari, mengaku kini harus menempuh perjalanan lebih panjang dengan konsumsi bahan bakar yang meningkat. Ia juga menilai jalur alternatif sempit dan kerap macet.

“Sudah jauh muternya, macet pula,” keluhnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, kondisi ini akan semakin parah menjelang musim mudik Lebaran, saat volume kendaraan dari luar daerah meningkat signifikan. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar perbaikan tidak berlarut-larut.

“Harus ada solusi cepat, nanti pasti makin ramai,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Wahyudi, warga Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan. Sejak jembatan ditutup, arus kendaraan di sekitar permukimannya melonjak drastis.

“Sekarang mau nyebrang jalan saja harus nunggu lama,” ucapnya.

Warga menilai Jembatan Sentong merupakan akses strategis yang menopang mobilitas harian masyarakat, distribusi barang, serta konektivitas antarwilayah. Penutupan selama delapan bulan dikhawatirkan berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mempercepat proses administrasi dan teknis perbaikan, termasuk menyiapkan rekayasa lalu lintas yang efektif serta opsi pengerjaan darurat agar akses utama tidak terlalu lama terputus.

Percepatan penanganan dinilai mendesak demi kepentingan masyarakat luas, terlebih menjelang periode mudik yang berpotensi meningkatkan kepadatan arus kendaraan di wilayah tersebut.(rif/syn)