MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi membuka Festival Ramadan 2026 bertajuk “Ramadan Berkah, UMKM Berdaya” sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal, Jumat (20/2/2026).
Pembukaan festival ditandai dengan pernyataan resmi Bupati Bondowoso yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin mandiri dan berdaya saing.
Bupati Bondowoson, Abd Hamid Wahid, menyampaikan, Ramadan bukan hanya momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga peluang memperkuat solidaritas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Ramadan momentum strategis tidak hanya untuk peningkatan kualitas ibadah spiritual, namun juga penguatan solidaritas sosial dan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia menekankan, Bondowoso memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar, termasuk produk lokal yang telah dikenal luas seperti kopi khas daerah. Karena itu, modernisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan kearifan lokal.
“Ekonomi kita harus maju, namun identitas budaya dan kearifan lokal harus tetap terjaga sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Festival Ramadhan 2026 digelar dengan tujuan memberikan ruang promosi seluas-luasnya bagi produk lokal, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Pemerintah daerah ingin memastikan keberkahan Ramadhan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Melalui festival ini, kami ingin keberkahan Ramadhan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM sebagai pejuang ekonomi daerah,” tandasnya.
Selain menghadirkan bazar UMKM, festival juga dipadukan dengan pertunjukan seni dan budaya daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis lokal.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk dalam negeri, khususnya produk lokal Bondowoso. “Ayo beli produk lokal dengan membeli produk tetangga sendiri, kita sedang bergotong royong membangun pondasi ekonomi Bondowoso yang kuat dan mandiri,” ajaknya.
Pihaknya, juga menyampaikan akan terus memberikan dukungan melalui kemudahan akses permodalan, pelatihan peningkatan kualitas produk, serta penyediaan ruang promosi berkelanjutan.
Ia berharap Festival Ramadhan 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat jangka panjang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” pungkasnya.
Festival Ramadan 2026 akan berlangsung selama bulan suci dengan melibatkan ratusan pelaku UMKM lokal dan berbagai komunitas seni budaya di Bondowoso.(rif/syn)






