MEMOX.CO.ID – Sekitar 50 perwakilan relawan ambulans Kota Malang dibekali simulasi Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh Satlantas Polresta Malang Kota melalui Unit Gakkum bertempat di lapangan Upacara Mapolresta Malang Kota, Rabu (04//02/26).
Dalam pelatihan ini dibuka langsung oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana diikuti tim medis dari RS Panti Waluya Sawahan dan Jasa Raharja Perwakilan Malang. Diikuti perwakilan dari 5 komunitas ambulance se- Kota Malang
Adapun kelima komunitas ambulans yang mengikuti pelatihan yakni
1.Ambulans Relawan Es Teh Anget,
2.Ambulans Malang Strudel
3.Ambulans PSC (Public Service Center) Kota Malang
4.Ambulans J99 Foundation
5.Ambulans Y dsf Malang (Yayasan Dana Sosial Al Falah).
Dipimpin Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Eko Prasetyo. Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) merupakan program pelatihan yang dirancang untuk membekali tenaga kesehatan dan masyarakat umum dengan pengetahuan.
Serta keterampilan praktis dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman pada kondisi kegawatdaruratan.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo saat dikonfirmasi mengatakan, dari kegiatan ini, kami berharap relawan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menstabilkan dan memindahkan pasien.
Giat ini merupakan implementasi dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang saat ini digelar pihak kepolisian seluruh Indonesia termasuk di wilayah hukum Polresta Malang Kota.
Pelatihan dan simulasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan dan kerja sama sistem kesehatan darurat terintegrasi dengan pemangku kepentingan, selain itu menambah kompetensi para personil Polisi dan relawan ambulans dalam pertolongan pertama dalam situasi darurat.

“Sekaligus juga untuk persiapan menjelang penyelenggaraan Puncak Acara 1 Abad Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 8 Februari 2026 mendatang,”terangnya.
Kami juga memberikan arahan kepada para relawan ambulans agar dalam melakukan tugasnya harus cepat dan tepat karena sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Jangan gegabah, karena maksud baik saja tidak cukup.
Banyak orang merasa bahwa pertolongan pertama adalah tugas petugas medis, Padahal setiap orang bisa membantu menyelamatkan nyawa.
Dalam kesempatan tersebut peserta diberi pelatihan pemberian pertolongan pertama hingga menangani korban ditandu dan dibawa dengan Ambulance menuju Rumah Sakit terdekat,”ungkapnya.(fik).






