MEMOX.CO.ID – Di Dusun Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, hidup sepasang suami istri (pasutri) yang telah lanjut usia (lansia). Keduanya tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dekat dengan kandang sapi. Ia bernama Martinah dan Arifin.
Diketahui, Arifin sudah lama menderita stroke sejak tahun 2016 dan dirawat oleh istrinya yang juga sudah lanjut usia. Dari pantauan di lapangan, tampak rumah ukuran 50 meter persegi itu hampir roboh. Karena terbuat dari kayu tua beralaskan tanah. Kemudian dindingnya berlapiskan papan kayu tipis.
Sedangkan di belakang tempat ia tidur, ada seekor sapi milik sang cucu yang ia besarkan. Sehingga keduanya tidur berdempetan dengan kandang sapi.
Bupati Malang M Sanusi mengatakan, rumah itu nantinya akan dibenahi lewat program BAZNAS. “Nanti kita pisah. Rumah sendiri, dan kandang sapi sendiri serta ada kamar mandinya,” katanya Rabu (5/11/2025).
Karena saat ini, rumah itu tidak ada kamar mandi. Jika ingin mandi, Martinah harus ke kali yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Oleh karena itu, Bupati Malang berharap semua stakeholder bahu-membahu membantu pasutri lansia tersebut.
“Kalau di desa-desa zaman dulu itu bukan hal yang aneh, tapi sekarang karena sudah modern, jadi hal begini tidak baik. Maka nanti akan kita bedah rumahnya,” katanya.
Sementara itu, Bik Nik sapaan akrabnya Martinah mengaku senang dan bahagia rumahnya akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Sebab, dirinya telah lama menempati rumah rapuh tersebut.
“Alhamdulillah saya mau dibangun. Tidak apa-apa,” katanya.
Apalagi setiap hujan turun, rumah yang telah ia tempati puluhan tahun lamanya, selalu bocor. Bahkan agar bisa tidur nyenyak, ia harus berpindah-pindah supaya tidak terkena hujan.
“Kalau bocor ya saya pindah ke tempat yang tidak bocor,” ujarnya.
Kendati dengan demikian, ia berharap pembangunan segera bisa terealisasi supaya kedua pasutri lansia ini bisa hidup tenang menikmati masa-masa senjanya. (nif/ume).






