Hukum  

Wilayah Tapal kuda sebagai tolak ukur Jawa timur

Konsolidasi PWNU Kencong

Jember Memo X
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menginstruksikan kepada seluruh elemen pengurus NU di bawahnya dan warga Nahdliyyin untuk ikut mensukseskan pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Pileg pada tanggal 17 April mendatang.


Instruksi tersebut di sampaikan oleh Ketua PWNU Jatim KH.Marzuki Mustamar dalam bentuk surat maklumat yang di bacakan di depan ribuan warga Nahdliyyin se Wilayah Tapal Kuda yang memenuhi halaman Pondok Pesantren As-Sunniyyah Kencong pada Minggu malam.


“Kepada segenap pengurus NU bersama pimpinan perangkat organisasi NU di seluruh tingkatan dan anggota di Jawa timur untuk secara aktif dan tanggung jawab mensukseskan pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Pileg pada Rabo 17 April 2019,sebagai hajatan politik bangsa secara keseluruhan menuju kehidupan bersama yang lebih baik,” tegas KH.Marzuki Mustamar dalam maklumat PWNU Jatim.


Tak hanya hanya itu,PWNU Jatim dalam acara Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi yang di ikuti oleh 6 pengurus Cabang NU yakni Lumajang, Jember, Bondowoso , Situbondo, Banyuwangi dan Kencong menginstruksikan, secara serentak melakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut :
Menyelenggarakan Lailatul Ijtimak pada hari Selasa malam (16/4),sebagai instrumen organisasi untuk pembahasan permasalahan Sosial,Ekonomi dan Budaya .

Melakukan istighosah,tahajud dan sholat subuh berjamaah pada Rabo (17/4) beberapa saat sebelum pencoblosan untuk kesuksesan pemilu.
Turut aktif mensukseskan pelaksanaan pemilu dengan mendatangi TPS masing-masing demi memastikan berjalan nya Kegiatan pemilu yang aman dan damai.


Untuk kepentingan tersebut,menginstruksikan kepada seluruh elemen NU untuk menghidupkan masjid dan musholla di seluruh tingkatan melalui serangkaian kegiatan pada malam jelang pemilu.
Selain itu, juga menguatkan peran organisasi di bidang keagamaan dan keummatan bagi jemaah NU atau warga nahdliyin. “Saat ini NU hampir memasuki usia satu abad. Di usia yang telah matang tersebut, NU ingin terus mengabdi dan berperan lebih luas lagi di bidang keummatan dan kebangsaan,” katanya.


Sementara itu Anggota PWNU Jatim KH. Anwar Iskandar dalam sambutannya menyampaikan, bahwa PCNU Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang dan Kencong adalah wilayah tapal kuda zona dua,di mana dalam sejarah kehadiran NU di Jawa Timur yang telah di pahami, wilayah tapal kuda yang menentukan sukses dan tidaknya perjuangan NU di Jatim.


“Jika zona tapal kuda berhasil, kami bisa tersenyum karena ada ekspektasi atau harapan bahwa keberhasilan NU sudah ada di depan mata,” terangnya.


Anwar Iskandar menyebutkan, keikhlasan, militansi dan kesetiaan warga NU di tapal kuda zona dua melebihi apa yang di miliki oleh cabang-cabang yang lain di Jawa timur. “Semoga semangat kalian semua kepada cita-cita NU akan mengantarkan keberhasilan yang di barokahi Alloh, kami ingin menyampaikan bahwa sejarah telah memberi catatan emas dalam perjalanan perjuangan Ulama-Ulama Aswaja di Indonesia terutama jauh sebelum NU lahir,” tandasnya.


Sementara itu salah satu pengasuh Pondok Pesantren As-Sunniyyah KH.Choir Zad Maddah kepada Memo X mengatakan, kegiatan konsolidasi organisasi NU sampai ke tingkat bawah sudah sesuai dengan apa yang menjadi tujuan NU.”Sehingga dalam mengawal NKRI dan menerjemahkan Aswaja bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” Tutur Wakil Rois Suriyah NU Cabang Kencong itu.


Lanjut pengasuh ponpes yang akrab di panggil Gus Yak ini menyampaikan kita harus mewaspadai kelompok-kelompok tertentu yang suka menyalahkan amal ibadah yang selama ini sudah di lakukan oleh mayoritas umat Islam Indonesia.


“Maka tentu di sinilah kita akan berupaya memahamkan yang lebih baik terhadap masyarakat, bagaimana kelompok yang suka menyalahkan ini,bisa memahami bahwa berislam itu ada keragaman,ada perbedaan-perbedaan yang semuanya itu harus saling menghormati,” Lanjutnya.
Jika itu tidak segera kita sikapi,segera kita benahi,maka kelompok tersebut bisa melebur menyatu dan tentu kita khawatir atas hal itu.”Semoga NU ini bisa menjadi jembatan perbedaan.Sehingga kami bisa berbuat lebih banyak untuk mempertahankan NKRI.Kita perlu hati -hati, bagaimana peristiwa – peristiwa yang ada di negara lain,agar tidak di lakukan di negeri kita ini.”Kita perlu kehati-hatian kesana,” Pungkasnya. (rir)