Ajakan Sholat Berjamaah, Salam Pamit Salah Satu Korban Kebakaran Junrejo

Firasat Kejadian Kebakaran di Desa Junrejo Kota Batu

Batu, Memox.co.id – Ajakan Sholat berjamaah yang diserukan oleh Rahma Ramadan salah satu korban jiwa kebakaran di Dusun Jeding, Desa Junrejo Selasa (23/7/2019) malam, ternyata menjadi salam pamit terakhir pada teman-temannya di SD Alam Ar Rohman, Semanding, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Menurut salah satu pengakuan teman korban Aira Khanza (10), ada yang berbeda adalah hari terakhir ia bertemu saat di sekolah Selasa (23/7/2019) kemarin. Rahma dikenal murid yang pendiam, tapi kemarin (Selasa) ia sempat menyuruh temannya untuk sholat berjamaah bersama.

“Rahma pendiam, terakhir mengajak teman-temannya segera sholat berjamaah,” ungkap Aira sahabat Rahma dengan berlinang air mata.

“Terakhir bertemu Selasa kemarin sama teman sekelas. Biasanya pendiam kok tumben Ama nyuruh temen-temen untuk menyegerakan salat berjamaah. Seperti ketua kelas semua disuruh bergegas,” kenangnya dengan raut wajah sedih, Rabu (24/7/2019).

Aira mengaku sangat kehilangan sahabat baiknya, bahkan ia sempat menangis saat takziah ke penampungan di Landungsari. Bukan hanya Aira semua temannya juga menangisi kepergiaan Ama dan ketiga saudaranya. “Tadi ada teman yang menangis sampai menjerit memegangi mukena Ama,” tambah Aira.

Bahkan ketika mengunjungi sekolahnya, suasana duka dirasakan oleh pihak sekolah SD. Khususnya kelas 4E, setelah mandapat kabar bahwa temannya meninggal karena bencana kebakaran yang menimpa satu keluarga besar Abdulah (34) dan istrinya Herlina (35) di rumah kontrakannya RT 2 RW 5 Dusun Jeding, Desa/Kecamatan Junrejo.

Eko Wahyudi selaku Waka Kesiswaan SD Alam Ar Rohmah membenarkan ketiga korban bencana kebakaran merupakan siswi dari sekolahnya. Diantaranya Rahma Ramadhan (10) kelas 4E, Nellah Fatimah Sholehah (9) kelas 3C, dan Annisa Dzakirah (7) kelas 1B SD Alam Ar Rohmah, Dau, Kabupaten Malang.

Sedangkan satu korban lagi Naufal nasrulloh (5) masih masih sekolah di TK Miftahul Hannah, Semanding. Bahkan keseharian orang tua korban menjajakan makanan ringan ke kantin sekolah.

“Ya benar ketiganya murid di sekolah kami, kalau yang kecil masih TK. Tadi kami langsung melakukan takziah ke rumah penampungan di Landungsari. Jujur kami turut berduka atas kejadian yang menimpa siswi kami. Kami rasa mereka semua dalam keseharian adalah siswi yang baik,” ungkap Eko.

Hari terakhir bertemu Rahma, Eko mengaku jika memang ada yang berbeda, sebelum pulang dia memeluk Indah Ningsih salah satu guru di kelasnya. “Itu yang saya ingat, dia memeluk Bu Indah dengan erat seperti berpamitan. Untuk membantu pihak keluarga, sekolah juga membuka donasi untuk meringankan keluarga korban melalui sekolah. Serta setelah sholat berjamaah juga menggelar doa bersama-sama,” tambah Eko.

Kemudian, ketika empat jenazah datang dari RSSA Kota Malang, isak tangis terdengar keras mengiringi pemakaman korban kebakaran sebeluk dibawa ke TPU Junrejo, pukul 12.05 WIB. Sebelum di makamkan empat jenazah disholatkan di Masjid Besar Al Azyari Junrejo. Kerabat dan warga memenuhi masjid sebelum dibawa ke TPU. Selama salat jenazah empat korban diiringi oleh ratusan orang. Tak terkecuali ayah korban Abdulah yang turut menemani buah hatinya dari RSSA Kota Malang menuju pemakaman untuk mengantar sang anak ke tempat peristirahatan terakhir.(lih/jun)