MEMOX.CO.ID – Hingga saat ini Polres Malang, belum bisa menangkap pelaku pelempar batu ke Bus Persik Kediri usai pertandingan antara Arema FC VS Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan Malang pada Minggu, 11 Mei 2025 lalu.
Saat dikonfirmasi, perkembangannya masih sebatas penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi. Ada 15 orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Meliputi sopir, manajemen Persik Kediri, korlap hingga masyarakat sekitar.
Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo, menyebut bagi para pelaku pelempar batu ke Bus Persik Kediri, diharapkan dengan segera menyerahkan diri. Karena banyak pihak yang dirugikan mulai dari manajemen maupun masyarakat.
“Kami imbau kepada masyarakat yang mengetahui, melihat, dan mendengar segera memberi tahu ke kami. Kami sangat terbuka. Supaya kasusnya segera terang benderang,” katanya.
Dalam membongkar kasus tersebut, ia sudah memeriksa beberapa alat pendukung. Meliputi rekaman video, cctv, hingga foto. Hal itu sebagai bentuk keseriusan dalam mengungkap perkara ini dengan terang.
“Proses terus berjalan untuk memenuhi unsur pidana. Baik Pasal 170 KUHP terhadap barang, maupun unsur pidana yang lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur menambahkan, walaupun sudah memeriksa 15 orang saksi yang terdiri dari sopir, manajemen Persik Kediri, korlap maupun warga, namun dirinya belum bisa menyimpulkan apakah pelaku dari oknum suporter ataupun orang luar.
“Nanti kita tindak lanjuti. Untuk barang bukti (BB) yang kami amankan berupa pecahan kaca dan batu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Persik Kediri bertandang ke Stadion Kanjuruhan Malang untuk melakoni sisa kompetensi Liga 1 musim ini. Ia menantang tim Singo Edan julukan Arema FC, pada Minggu 11 Mei 2025 lalu.
Pada kompetisi itu, Arema FC sebagai tuan rumah kalah 0-3 atas Persik Kediri. Saat hendak meninggalkan Stadion Kanjuruhan Malang, Persik Kediri mendapat lemparan batu hingga kaca Bus Persik pecah. Hingga saat ini, pelempar batu ke Bus Persik Kediri masih diburu polisi. (nif/syn)






