Bisnis  

Camat Raas Geram, Warganya Dipungut Biaya Saat Warganya Dipungut Biaya

Ft : Camat Raas, Sumenep, Subiyakto (ist.)
Ft : Camat Raas, Sumenep, Subiyakto (ist.)

MEMOX.CO.ID – Warga Raas yang mengikuti program mudik gratis justru diminta membayar tiket. Pungutan liar terjadi di Pelabuhan Jangkar, Situbondo. Kasus ini terungkap pada Senin (24/3/2025). Warga Raas yang hendak mudik dan pihak yang diduga melakukan pungutan liar. Hal ini menjadi masalah karena program mudik gratis seharusnya tidak memungut biaya, tetapi malah disalahgunakan. Respons pemerintah yaitu Camat Raas, Sumenep, Subiyakto, menyayangkan kejadian ini dan datang langsung ke pelabuhan untuk menjemput warganya serta mencari kejelasan atas peristiwa tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menyediakan program mudik gratis dengan kapal DBS 3 untuk memfasilitasi warga Raas. Namun, di lapangan, banyak penumpang yang tetap dikenai biaya. Bahkan, sebagian di antara mereka terlantar selama tiga hari di pelabuhan akibat ketidakjelasan sistem keberangkatan.

Subiyakto mengaku sudah membahas permasalahan ini bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rapat koordinasi. Namun, pungutan liar tetap terjadi. “Sudah dirapatkan, tapi tetap ada praktik seperti ini. Sangat mengecewakan,” katanya.

Melihat ketidakberesan ini, Subiyakto mengusulkan agar program mudik gratis dihapus saja. Menurutnya, lebih baik masyarakat membayar tiket resmi dengan jaminan ketersediaan kapal yang cukup, daripada program gratis yang justru disalahgunakan. “Lebih baik berbayar, asalkan armada kapal ditambah dan tidak ada permainan seperti ini,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa tiket kapal gratis tujuan Madura Kepulauan di Pelabuhan Jangkar Situbondo diperjualbelikan dengan harga ratusan ribu rupiah per orang. Dugaan sementara, praktik ini dilakukan oleh calo yang berkolaborasi dengan pihak tertentu di dalam sistem tiket online. Kasus ini pun memicu polemik di kalangan masyarakat dan pemerintah daerah.(ume/cdp)