MEMOX.CO.ID – Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari kelompok 78 gelombang 6 telah melaksanakan beberapa program kerja yang mereka laksanakan di Desa Gunungsari, Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang. Mahasiswa PMM kelompok 78 gelombang 6 ini, terdiri dari lima orang anggota yang semuanya berasal dari jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kelima mahasiswa ini, diantaranya, Ilma Milla Maris sebagai koordinator kelompok, Rahmawati Asy syifa’ Putri sebagai PDD, Muhammad Dalvin Ruswandi sebagai Humas, Erfina Putri Ramadhani sebagai Bendahara dan Erfin Putri Ramadhani sebagai Sekretaris.

Semua anggota mahasiswa PMM ini, dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Ibu Hamdan Nafiatur Rosyida, S.S, M.Si. Beberapa program yang kami buat sebelumnya juga sudah disetujui oleh DPL dan juga telah disepakati oleh pihak desa. Kami mengadakan pelatihan dalam mencerminkan identitas desa wisata petik mawar. Program yang kami lakukan ini, kami telah membuat pelatihan pembuatan lilin aromaterapi.
Pelatihan ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang oleh-oleh menarik yang menjadi ciri khas wisata petik mawar. Lilin aromaterapi dapat menjadi oleh-oleh menarik yang bisa didapatkan wisatawan ketika berkunjung ke tempat ini.
Pelaksanaan program kegiatan ini, dihadiri oleh ibu-ibu PKK yang terdiri dari 6 orang. Selain itu, juga dihadiri oleh Kepala Dusun Brumbung dan ketua RT. Dalam pelaksanaan ini nantinya, juga dapat diperkenalkan oleh masyarakat sekitar desa Gunungsari. (14/8/2024)

Lokasi dalam pelatihan ini berada di Balai RW. Proses pembuatannya juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Kami di sini mengajak mereka untuk membuat lilin aromaterapi dengan aroma mawar. Hal ini karena, kami ingin melakukan inovasi dengan ciri khas yang ada dalam desa ini, yaitu mawar.
Bahan dalam proses pembuatan lilin aromaterapi mulai dari, soy wax, pewarna lilin, fragrance mawar, fragrance flower blossom, dan mawar kering. Adapun untuk alat yang dibutuhkan mulai dari, stick ice cream, gelas lilin dan lainnya. Pelatihan yang kami berikan ini secara tidak langsung dapat menjadi inovasi dalam mengembangkan bisnis dari pemanfaatan mawar. Hal ini karena, mengingat desa Gunungsari khususnya wilayah wisata petik mawar yang memiliki potensi mawar yang subur. Oleh karena itu, dengan adanya pelatihan pembuatan lilin aromaterapi yang dilakukan bersama ibu-ibu PKK dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan. (*)






