Hukum  

Jumlah Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten Malang 117 Kasus

Jumlah Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten Malang 117 Kasus
Ilustrasi anak korban kekerasan. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang mencatat, kasus kekerasan pada anak sepanjang tahun 2023 mencapai 117 anak. Baik kekerasan fisik, psikis, eksploitasi, penelantaran, bahkan hingga kekerasan seksual.

Kepala Dinas DP3A Arbani Mukti Wibowo melalui Kepala UPT PPA DP3A Kabupaten Malang Ulfi Atka Ariarti merincikan, dari jumlah itu, kekerasan fisik ada 19 anak, psikis 84 anak, lalu kekerasan eksploitasi 9 anak, kemudian penelantaran 12 anak dan seksual 68 serta lain-lain 1.

“Dari jumlah itu, laki-laki ada 27 anak, perempuan 90 anak yang mejadi korban kekerasan,” katanya saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Ulfi menambahkan, anak-anak itu ia lakukan pendampingan supaya tidak mengalami trauma. Kemudian juga agar tidak menjadi pelaku dikemudian hari. Sebab, usia anak yang menjadi korban kekerasan masih terbilang muda.

Rinciannya, anak berumur 0-6 tahun sebanyak 15 anak, kemudian 7-12 tahun 21 anak, dan anak usia 13-15 sebanyak 35 anak, dan usia 16-18 tahun sebanyak 33 anak.

Dalam kesempatan yang sama Ulfi menambahkan, selain melakukan pendampingan, dirinya juga memastikan keselamatan anak terlindungi. Dikhawatirkan, anak yang statusnya menjadi korban dan pelapor, itu mendapatkan ancaman dari pelapor.

“Sehinga kita damping demi keselamatan anak juga agar tidak mendapatkan trauma yang berlebihan,” katanya.

Saat disinggung apakah pelaku anak juga mendapatkan pendampingan dari DP3A?, ia menyebut tergantung kasusnya. Karena jika kekerasan seksual, maka hal itu tidak ada ampun. Kasusnya tetap berlanjut lalu kemudian ditangani Bapas (balai pemasyarakatan) yang membinanya.

“Kalau kasus bullying kita dampingi semua. Kita minta keterangan semua pihak,” tuturnya.

Karena terkadang, anak yang menjadi korban itu, sebelumnya jail, nakal, usil, dan suka menggangu.

“Nah pada saat dibalas itu baru terjadi bulliying dan dilaporkan, nah itu yang kami lihat,” pungkasnya. (nif/syn)