Peringatan Hari Pers Nasional ke-78 Tahun 2024 PWI Malang Raya
MEMOX.CO.ID – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-78 tahun 2024 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, menobatkan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto (Buher) dan Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana sebagai tokoh peduli pers di Malang Raya, Jum’at (09/02/2024).
Penyerahan piagam penghargaan yang bertempat pada HPN yang diperingati setiap tanggal 14 Februari, diserahkan langsung Ketua PWI Jatim Lutfi Hakim didampingi Ketua PWI Malang Raya Ir Cahyono betempat di Gedung DPRD Kota Malang yang disaksikan Forkopimda Malang Raya maupun yang mewakili.

Dinobatkannya Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Buher dan AKBP Kholis sebagai dua tokoh yang perduli dengan rekan pers sangat layak diberikan, karena kedua perwira polisi ini sangat dekat dan komunikatif dengan wartawan.
Tidak hanya humanis, banyak penilaian lainnya yang bersifat positif didukung keduanya suka kalau diajak berdiskusi, termasuk suka dikritik yang bersifat membangun, terutama membangun citra kepolisian dimana masyarakat.
Selain Kombes Pol Buher dan AKBP Kholis yang menerima piagam penghargaan. Penghargaan lainnya juga diterima Kapolres Batu AKBP Oskar, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Pj.Walikota Malang Wahyu, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Aris Gunawan dan Dandim 0818 Malang -Batu Letkol Inf Arief Nurbianto.

Pada kesempatan itu Ketua PWI Jatim Lutfi Hakim dalam sambutannya mengatakan, saya sangat bahagia sekali pada peringatan Hari Pers Nasional tahun 2024 ini bisa menyatukan para kepala daerah yang ada di wilayah Malang Raya yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Pada HPN kali ini mengangkat tema “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa” dalam artian kehadiran pers harus mampu menjaga kemajemukan dan toleransi dalam semua lini kehidupan, saling bergandengan tangan bersama pemerintah, TNI/Polri, akademisi, dan lintas stake holder.

HPN yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu 2024, menjadi momentum peran jurnalis dalam mengawal transisi kepemimpinan nasional dan menjaga keutuhan bangsa menuntut peran jurnalis yang lebih aktif dan bertanggung jawab, menghindari narasi-narasi yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
”Mari kita jaga keutuhan pers yang di dalamnya para jurnalis / wartawan-wartawati melangkah bersama membangun bangsa. HPN milik kita bersama tanpa ada perbedaan HPN membawa kita bersatu kuat HPN mengingatkan kita pada pedoman UU pers no 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalis yang harus kita taati, menuju insan pers yang profesional,” tegasnya. (fik)






