140 Mahasiswa RPL Jenjang S2 UB Ikuti Monev, Didorong Ciptakan Inovasi Desa

140 Mahasiswa RPL Jenjang S2 UB Ikuti Monev. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Sebanyak 140 mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa jenjang Magister (S2) Universitas Brawijaya mengikuti kegiatan Liputan Akademi dan Monitoring Evaluasi, Jumat (21/7/2023) lalu. Acara digelar di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya Malang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan kalender akademik program RPL Desa jenjang S2 hasil kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Perguruan Tinggi Untuk Desa (Pertides). Tujuan RPL Desa untuk memberikan apresiasi dan pengakuan terhadap capaian pengalaman pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal maupun informal.

Menurut Rektor UB Prof. Widodo, S.Si, M.Si, PhD, Med.Sc, kegiatan ini dapat mengembangkan kapasitas diri dan keilmuan bagi pembangunan desa secara mandiri dan berkelanjutan. Kemajuan desa harus didukung dengan kemudahan akses layanan infrastruktur, penyerapan anggaran yang tepat, serta potensi perekonomian di masyarakat. Dengan program RPL ini, mahasiswa dituntut untuk menciptakan inovasi agar dapat menyelesaikan permasalahan di masing-masing desa melalui tugas akhir (tesis).

“Tesis tidak hanya berperan sebagai solusi aplikatif, namun jadi media promosi menggali keunikan desa dengan berbagai parameter. Apakah local wisdomnya, keindahan alam, budaya setempat, apapun keistimewaannya bisa memberikan daya tarik bagi masyarakat dan memiliki dampak pergerakan ekonomi secara luas,” terangnya.

Skema RPL Desa Kabupaten Bojonegoro memberi kesempatan kepada pegiat desa antara lain Kepala Desa, Perangkat Desa, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tenaga Pendamping Profesional P3MD, dan Pengurus/Pengelola BUM Desa, untuk menempuh pendidikan lanjut baik jenjang S1/D4 bahkan hingga jenjang S2.

Sebanyak 140 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa yang lolos seleksi dari total 300 pendaftar. Mahasiswa ini terbagi menjadi lima program studi. Yakni S2 Ekonomi Pertanian FP (35 peserta), S2 Sosiologi FP (35 peserta), S2 Agribisnis FP (12 peserta), S2 Perencanaan Wilayah dan Kota FT (31 peserta), dan Pengelolaan Sumberdaya, Lingkungan dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana (27 peserta).

Kegiatan pembelajaran dilakukan secara hybrid selama satu tahun penuh dengan tahapan perkuliahan aktif semester 1 selama bulan April sampai Agustus, monitoring pada pertengahan Juli hingga penyelesaian tesis pada perkuliahan aktif semester 2 (Agustus 2023 – Januari 2024).