MEMOX.CO.ID – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura kembali mengikuti even ilmiah International Conference of Islamic Studies (ICONIS) ke 7 yang digelar di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selasa (18/07/23).
Rektor IAIN Madura Dr. Syaiful Hadi, M. Pd, mengatakan, agenda Iconis yang selama ini menjadi satu dari sekian agenda besar akademis itu dalam rangka memperkuat, meneguhkan, dan mengglobalisasikan kegiatan tridharma perguruan tinggi di kampus IAIN Madura. Sehingga, Iconis yang ke 7 menjadi tombak sebuah proses internasionalisasi pengelolaan kelembagaan yang ada di IAIN Madura.
“Konferensi internasional ini, selain menjadi momentum bagi kita untuk terus maju ke depan dengan melakukan lompatan dan percepatan tridharma perguruan tinggi di level global. Tidak kalah pentingnya adalah menjadikan ini sebagai momentum untuk senantiasa membangun sinergi, menjalin koloborasi antar perguruan tinggi di level global,” ungkapnya kepada wartawan Memox.co.id

Syaiful Hadi menambahkan, dirinya sangat apresiatif terhadap tema yang diambil hari ini yakni “Islam and Digital: Bridging Tradition and Innovations in the ASEAN Context.” Menurutnya, tema itu mengingatkan kepada semua bahwa lahirnya industri 4.0 dan 5.0 telah menjadi perhatian dan tantangan krusial di semua negara di dunia, tidak terkecuali di negara-negara ASEAN.
“Hari ini, kami semua tahu bahwa digitalisasi budaya telah merambah masuk ke semua sektor kehidupan masyarakat global. Memicu perubahan dan pergeseran aspek sosial cukup kompleks. Bukan hanya di sektor kebudayaan, pendidikan, ekonomi. Tapi bahkan juga ke dalam wilayah agama,” paparnya.
Rektor meyakinkan, melalui pendekatan dan cara-cara seperti tiu, akan ada harapan dunia kampus dapat berbicara banyak guna menjadi lokomotif perubahan di tengah masyarakat global, membangun peradaban masyarakat yang berkelanjutan, selaras dengan visi pembangunan global, Sustainable Development Goals (SDGs).
Hadi berharap, adanya konferensi internasional itu tidak saja menjadi ruang kegiatan transfer knowladge. Namun lebih dari itu dapat menjadi momentum semakin menguatnya semangat kolaborasi dan sinergi akademis di lingkungan IAIN Madura.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah dan memperkuat wawasan serta pengetahuan bagi semua insan akademis secara khusus, dan masyarakat global secara umum. Guna menghadapi dan menjawab tantangan-tantangan global, baik di masa kini maupun di masa akan datang,” tandasnya. (udi/ono)






