Sebanyak 10 Camilan Khas Madiun Hasil Produk UMKM Tersaji di 32 Ritel Modern Alfamart Madiun

PRODUK UMKM: Kabid Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disperdagkop Kab Madiun, Dyah dan Regional Corcom Manager PT SAT, M Faruq memperlihatkan 10 produk camilan khas Madiun.

MEMOX.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan pendapatan para pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya yang bergerak di bidang makanan ringan khas Kabupaten Madiun, Alfamart bekerjasama dengan Disperdagkop Kabupaten Madiun membantu memasarkan 10 jajanan produk UMKM khas Madiun di 32 ritel modern Alfamart yang tersebar se-Kabupaten Madiun, Jum’at (17/03/2023).

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disperdagkop Kabupaten Madiun, Dyah Kuswardani, saat ini baru 10 jenis produk UMKM yang masuk di ritel modern Alfamart. Produk-produk tersebut seperti sambal pecel, kerupuk sermier, makaroni, kue gapit, brem, dan lainnya.

“Untuk saat ini baru 10 jenis produk UMKM yang masuk. Dalam perkembangannya bisa bertambah. Nanti akan ada evaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, produk UMKM yang masuk ke ritel modern tersebut sebelumnya memang dikuasi oleh tim. Untuk syarat produk UMKM yang masuk yakni harus memiliki sertifikat halal dan memenuhi perizinan seperti PIRT dan NIB. Bukan hanya itu, kata dia, kemasan produk tersebut juga sudah standarisasi.

TINJAU: Kabid Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disperdagkop Kab Madiun, Dyah saat meninjau 10 camilan produk hasil UMKM yang ada di ritel modern Alfamart.

“Para UMKM ini siap bermitra. Artinya, kalau ada permintaan sewaktu-waktu sudah ada stoknya. Selain itu juga produksi terus menerus. Jangan sampai kalau ada permintaan, mereka tidak bisa memenuhi,” jelasnya.

Diharapkan kerja sama dengan Alfamart ini mampu meningkatkan penjualan produk UMKM. Bukan hanya itu, produk khas Madiun akan lebih dikenal masyarakat luas,” harapnya.

Mewakili Alfamart, Regional Corcom Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, Mochammad Faruq Asrori, menyampaikan 10 produk UMKM tersebut akan dipasarkan di 32 toko Alfamart yang ada di Kabupaten Madiun. Produk UMKM itu sudah memenuhi persyaratan yang diajukan perusahaan.

“Produk itu sudah melalui verifikasi yang telah ditentukan. Untuk sementara ini memang baru 10 item. Tapi nanti tentunya bisa bertambah setelah ada evaluasi,” katanya. (*)