Hukum  

Kepolisian Malang Raya Himbau Masyarakat Tetap Tenang

Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri Sukoharjo

Malang, Memox.co.id – Pasca ledakan diduga bom bunuh diri di Pos Pantau  Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, jajaran kepolisian Malang Raya meningkatkan kewaspadaan dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, Selasa (4/06/19).

Dalam amanat Kapolri  Jenderal Pol Prof H M.Tito Karnavian Ph.D pada apel gelar pasukan Ops Ketupat 2019 menyampaikan untuk tetap mengantisipasi terhadap serangan  teroris ternyata bener bener terjadi.

Menindaklanjuti arahan pimpinan Polri pasca ledakan diduga bom bunuh diri di Pos Pantau Polisi Kartasura. Jajaran kepolisian Malang Raya lebih mempererat pengamanan serta menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

Seperti dikatakan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung S.H.S.I.K.Msi seperti yang telah dintruksikan bapak Kapolri  jelang Hari Raya ldul Fitri 1440 H tahun 2019 kewaspadaan terhadap serangan pelaku teroris harus menjadi perhatian khusus.

“Salah satu upaya pengamanan
yang telah ditetapkan Polres Malang dengan Buddy system prosedur keamanan yang mengharuskan minimal dua orang anggota bersenjata laras panjang saling menjaga dalam suatu kegiatan.”

Dirinya juga mengimbau semua anggota untuk selalu siap siaga. “Tidak boleh lengah,terus tingkatkan kewaspadaan termasuk himbauan kepada masyarakat  untuk tetap tenang,” terangnya.

Dari pantauan Memox.co.id seluruh
jajaran kepolisian Malang Raya yang meliputi Polres Malang Kota, Polres Malang Kabupaten dan Polres Batu yang telah menerapkan Buddy system sejak awal pengamanan lebaran yang menempatkan 2 anggota Brimob bersenjata laras panjang. (fik)