MEMOX.CO.ID – Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin bersama PJ. Walikota Batu Aries Agung Paewai dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu Haris Suharto mengikuti zoom meeting pemasangan 1 juta patok tanah secara serentak yang dipimpin oleh Menteri ATR/BPN Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, Jum’at (03/02/2023).
Bertempat di Sentra UMKM Bumdes Lumbung Strobery Desa Pandanrejo Bumiaji Batu, pemasangan 1 juta patok tanah serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh Kementerian ATR/BPN dicatat di dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Pada zoom meeting tersebut Menteri ATR BPN Hadi Tjahjanto menyebut jika mafia tanah saat ini sedang tiarap. Oleh karena itu keberadaan mafia tanah tersebut harus terus dibuat tiarap, sebab kasihan masyarakat jika tanahnya diserobot mafia tanah.
Hal itu diungkapkan saat memberi sambutan dalam kegiatan Gema Patas 2023 atau gerakan masyarakat pemasangan tanda batas yang dilakukan serentak di 33 provinsi se-Indonesia.
Menteri ATR BPN Hadi Tjahjanto mengatakan, pencanangan Gema Patas sebanyak 1 juta patok dilakukan di seluruh Indonesia di 33 provinsi.
Sebagai Kepala BPN Kota Batu, Haris mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat memasang serta menjaga tanda batas tanahnya. Ini merupakan upaya mengakselerasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) melalui Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS).
“Pemasangan patok tanda batas tanah itu merupakan kewajiban masyarakat sebelum mendaftarkan tanahnya. Dengan begitu, saat petugas pengukuran akan mengukur batas tanahnya, dapat lebih mudah dan cepat. Selain itu, untuk pengamanan aset dan menjamin kepastian batas bidang tanah,” ungkapnya.
Sebelum acara berakhir, dilanjutkan dengan penandatanganan MOU antara BPN Kota Batu bersama Pemkot Batu kemudian disambung dengan penancapan secara simbolis patok tanah di lahan bengkok Kades Pandanrejo secara bersama sama. (fik/hms)
Baca Juga : Jumat Curhat Kapolres Batu Ajak Anggota DPRD Kota Batu Dengar Keluhan Kades






