Direktur Memo X Ajari Jurnalistik Panwascam Kabupaten Malang

PEMBEKALAN : Direktur Memo X, Prayogi Pangestu saat memberikan pembekalan jurnalistik kepada Panwascam Kabupaten Malang. (Ist)

MEMOX.CO.ID – Direktur Memo X Grup, Prayogi Pangestu memberikan materi 5W 1H kepada Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) untuk rekrutmen kepada pengawas tingkat kelurahan/desa (PKD) di wilayah Kabupaten Malang. Diharapkan juga, dengan pola 5W 1H pengawas bisa mengambil sikap yang adil dan tegas.

“Pola rekrutmen itu memang tidak lepas jauh seperti kita wawancara saat ini,” terang dia, Minggu (29/1/2023) saat agenda Bawaslu Kabupaten Malang Rapat Koordinasi Persiapan Wawancara dan Pelantikan Pengawas Kelurahan/Desa Serta Pengawasan Verifikasi Faktual Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Daerah Pemilu Serentak 2024.

Menurut dia, 5W 1H mempunyai dedikasi yang sangat tinggi. Dimana, pola itulah yang selama ini diterapkan di perusahaannya. “Karena, pada intinya rekrutmen itu sepaham dan segaris dengan kebijakan yang ada di tingkat kabupaten,” ujar dia.

Seperti di dunia jurnalistik, dijelaskan olehnya, selama ini sudah menghasilkan produk-produk orang luar biasa dengan dedikasi tinggi.
“Jadi, materi penting itu 5W 1H supaya nggak jauh. Karena kalau kita terapkan tentang itu, kita bisa tahu materinya yang perlu direkrutmen. Karena ada kunci menjadi acuannya,” ujar Yogi.

Oleh sebab itu, Yogi berharap dari hasil rekrutmen ini bisa menghasilkan pengawas-pengawas yang luar biasa. Dan, bisa mengambil sikap yang adil juga tegas bagi semua.

Saat ditemui Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten, George Da Silva, mengatakan bahwa saat ini memang memberikan materi kepada pengawas pemilu tingkat kecamatan atau Panwascam yang selanjutnya tugasnya adalah melakukan rekrutmen pengawas pemilu di tingkat desa/kelurahan.

“Hari ini memberikan materi kepada panwaslu kecamatan, makanya kita undang satu-satu pematerinya wartawan senior untuk memberikan teknik wawancara,” ujar dia.

Mengenai unsur 5W 1H, lanjut dia, memang sangat penting dan diperlukan di panitia pengawas pemilu. Unsur itu juga diperlukan saat membuat berita acara pelaporan, dan terutama saat berdialog dengan seseorang.

“Yang kita undang hari ini, 99 pengawas kecamatan ditambah 99 staf bimbingan teknik (Bimtek). Yang, kelanjutannya wawancara terhadap calon PKD. Memang, disini sangat diperlukan di kita yaitu 5W 1H,” tegas George.

Diketahui, dengan menggunakan pola 5W 1H 99 pengawas kecamatan tersebut akan melakukan wawancara kepada 1.488 pendaftar calon PKD. Dan, dari jumlah calon itu, hasil wawancara akan menetapkan 390 orang PKD.

Sedangkan, 5W 1H adalah sebuah metode yang dilakukan guna mendapatkan informasi secara lebih kaya dan mendalam. Caranya dengan memenuhi atau menanyakan setiap unsur dari 5W 1H tersebut kepada narasumber.

Urutan 5W 1H diantaranya What adalah Apa yang terjadi, kemudian Who adalah Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu, Why adalah Mengapa hal itu bisa terjadi.

Lalu, When adalah Kapan peristiwa itu terjadi, Where adalah Di mana peristiwa itu terjadi dan How adalah Bagaimana peristiwa itu terjadi. Dengan memenuhi semua unsur 5W 1H, pokok informasi dalam penulisan informasi akan jauh lebih lengkap terhadap seseorang yang dikorek sebagai sumbernya. (put/red)