Hukum  

Arus H+1 Lebaran Diprediksi Puncak Kepadatan

Malang, Memox.co.id – Puncak kepadatan arus lalu lintas pada momen lebaran 2019 di wilayah Malang Raya diprediksi akan terjadi H+1 Lebaran. Hal itu disampaikan oleh Dirketur Utama Jasamarga Pandaan Malang (JPM), Agus Purnomo saat ditemui di area sekitar exit tol Singosari, Sabtu (1/6).

“Kepadatan arus sendiri akan diprediksi datang dari arah barat wilayah Malang. Dan kami memprediksi, puncak kepadatan arus pada H+1 atau pada tanggal 7 Juni,” ujar Agus.

Menurut Agus, hingga saat ini pantauan arus lalu lintas yang menggunakan tol menuju Malang masih dapat dibilang stabil. Meskipun ada peningkatan pada jumlah kendaraan yang melintasi tol menuju arah Malang.

“Lalu lintasnya sampai hari ini masih stabil, dengan angka 16.500 kendaraan. Dari yang kita perkirakan ada 18.000 kendaran dalam sehari,” imbuhnya.

Selain antisipasi kepadatan lalu lintas karena arus mudik, Agus juga memprediksi kepadatan arus juga disebabkan masyarakat yang ingin melakukan wisata untuk mengisi waktu liburan di wilayah Malang dan sekitarnya.

“Yang kami prediksi pada tanggal 7 Juni 2019 atau H+1 itu masyarakat setelah melakukan anjangsana ke rumah sanak saudara untuk merayakan Idul Fitri di daerahnya masing-masing.”

“Termasuk juga yang berbondong-bondong melanjutkan dengan berwisata di wilayah Malang dan sekitarnya atau mungkin juga beranjangsana di saudara yang ada di Malang. Itu salah satu yang kami antisipasi akan terjadi kepadatan arus lalu lintas,” terang Agus.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, selain terus melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian, JPM juga telah menyiapkan jalan tol Mapan Seksi IV untuk bisa beroperasi secara fungsional, jika terjadi kepadatan arus menuju Malang di exit tol Singosari.

“Untuk Seksi IV kondisional, dalam artian akan kita pantau terlebih dahulu, di exit tol singosari untuk arah Malang kepadatannya seperti apa. Kalau memang membutuhkan seksi IV dengan exit tol di wilayah Pakis untuk dibuka, ya akan kami gunakan secara fungsional,” jelas Agus.

Ia menambahkan, saat ini untuk seksi IV masih dalam tahap konstruksi, meskipun untuk main roadnya sudah 100 persen namun masih perlu dilengkapi untuk rambu-rambu dan penunjuk arah.

“Untuk itu, pengoperasian seksi IV secara fungsional akan kondisional. Akan kita pantau kepadatan arusnya dulu,” pungkasnya. (kik)