Malang, Memox.co.id – Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana menghadiri Sarasehan Ketahanan Ekonomi Nasional di Pondok Pesantren Rejo Darul Musthofa, Desa Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa (6/12/2022) malam.
Sarasehan yang digagas oleh pengasuh ponpes Rejo Darul Musthofa, KH Romo Ahmad Soeroso, bersama DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) itu membahas tentang Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sarasehan diantaranya Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr. Jerry Sambuaga, pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Athoilah Anwar, Ketua MWC NU Turen KH Syafaat Muhammad, ketua DPP AMPI Fajar Ridwan Hisjam.
Sarasehan juga dihadiri oleh tokoh agama, pengurus AMPI Jatim, GP Ansor, kepala desa, pegiat UMKM, serta sejumlah perwakilan pengasuh Ponpes di wilayah Kabupaten Malang.
Wakil Menteri Perdagangan Dr. Jerry Sambuaga dalam paparannya menyampaikan pencapaian yang telah dilaksanakan oleh Kementrian Perdagangan. Ia menyebut neraca perdagangan Indonesia mencapai rekor tertinggi yaitu surplus sejumlah 45,52 milliar US Dollar.
“Kenapa bisa surplus, karena ekspor barang kita 70 persen barang jadi yang sudah diolah.Kementrian perdagangan memiliki program pelatihan bagi para pelaku UMKM dan siap membantu dan berkolaborasi dengan Ponpes dalam pemberdayaan perekonomian pesantren di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Malang,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, Kabupaten Malang mempunyai potensi yang luar biasa dengan banyaknya keberadaan pondok pesantren di wilayahnya.
Pihaknya dalam hal ini Polres Malang ingin menjadi konsultan hukum UMKM. Hal itu dilakukan untuk merubah pandangan yang ada selama ini bahwa polisi menakutkan bagi pelaku UMKM, agar lingkungan usaha bisa lebih sehat.
“Nanti Sat Reskrim bisa memberikan masukan kepada pelaku UMKM terkait permasalahan legalitas, perijinan, fase tahapan BPOM dan sebagainya. Guna mendorong ketahanan ekonomi untuk memajukan perekonomian Indonesia,” ungkapnya. (fik/hms)






