Mahasiswa UMM Beri Pelatihan Anak Panti Asuhan Cara Membuat Batik Ikat

HASIL: Mahasiswa Gelombang 09 Kelompok 17 Fakultas UMM PMM bersama anak panti asuhan Raudloh Insan Kamil Kids hasil membuat Batik Ikat.

Malang, Memox.co.id – Mahasiswa Gelombang 09 Kelompok 17 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Sabtu (24/09/2022).

Kali ini yang dijadikan tempat kegiatan PMM yakni anak anak yang tinggal di Panti Asuhan di Yayasan Raudloh Insan Kamil Kids dengan pengasuh ibu Dinuk Yosita. Kehadiran para mahasiswa UMM untuk memberikan pelatihan cara membuat Batik Ikat sekaligus juga memberi pembekalan tentang kewirausahaan dalam rangka upgrading generasi muda untuk menyongsong generasi emas Indonesia tahun 2045.

Perlu diketahui wirausahaan adalah kesiapan dan kemampuan untuk mengembangkan, mengatur dan menjalankan suatu badan usaha beserta segala ketidakpastiannya untuk memperoleh keuntungan.

Kewirausahaan merupakan tindakan menjadi wirausahawan, atau pemilik perusahaan bisnis yang dengan risiko dan inisiatif berusaha untuk mendapatkan keuntungan.

KELOMPOK: Mahasiswa Gelombang 09 Kelompok 17 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Akuntansi UMM.

Seperti yang tercantum dalam Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha. Dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

Menurut salah satu pakar wirausaha dan ekonomi Fahmi,  kewirausahaan adalah ilmu yang mengkaji tentang pengembangan dan pembangunan semangat kreativitas serta berani mengambil resiko terhadap pekerjaan yang dilakukan demi mewujudkan hasil karya tersebut.

Sama seperti yang dikatakan Coulter Kewirausahaan sangat sering dikaitkan dengan pembentukan atau pertumbuhan, dan proses suatu bisnis baru yang berorientasi pada perolehan keuntungan, penciptaan nilai, dan pembentukan produk atau jasa baru yang unik dan inovatif.

Dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan di Panti Asuhan Roudloh Insan Kids, program kewirausahaan direalisasikan melalui praktik pembuatan batik  secara langsung bertujuan menciptakan  lingkungan panti asuhan yang bernuansa kewirausahaan.

Secara tidak langsung akan membentuk anak-anak panti yang memiliki karakter dan perilaku wirausaha serta mampu  berwirausaha secara mandiri atau kelompok.

MEMBUAT: Mahasiswa UMM saat mengajari cara membuat batik ikat.

Salah satu upayanya yaitu, dengan melaksanakan pelatihan batik sebagai pendidikan kewirausahaan melalui pengembangan diri. Dalam pelatihan ini Mahasiswa PMM gelombang 9 kelompok 17 UMM memberikan pelatihan pembuatan batik jumputan.

Proses pertama dalam pembuatan batik jumputan ini berupa pembuatan pola pada kain mori putih yang dilakukan oleh anak anak panti yang di bantu oleh Mahasiswa PMM gelombang 9 kelompok 17 UMM.

Setelah semua kain dilipat dan terbentuk motifnya, kain tersebut diikat dengan karet gelang dengan kencang agar motifnya terbentuk sesuai dengan keinginan. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pewarnaan dengan mencelupkan setiap ujung kain mori setelah semua bagian kain.

Selanjutnya lepas semua ikatan, jemur langsung diterik sinar matahari sampai kering. Setelah kering kemudian kita setrika agar kain menjadi rapi dan siap digunakan ataupun dipasarkan. Pelatihan batik ikat  ini meningkatkan pengetahuan dan motivasi anak anak panti asuhan guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan. (*)

Gelombang 09 Kelompok 17 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Akuntansi.

Dosen Pembimbing Lapang (DPL) : Evi Dwi Wahyuni, S.Kom.,M.Kom.

Tempat Kegiatan: Yayasan Raudloh Insan Kamil Kids Desa Randuagung, Singosari Kabupaten Malang.