Pamekasan, Memox.co.id – Demontrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pamekasan berlanjut, Kamis (08/11/22). Kali ini, aliansi BEM memblokade tangki pertamina di Jl Raya Panglegur KM4 dan menjadikan tangki tersebut mimbar orasi.
Gabungan mahasiswa dari perwakilan sejumlah kampus itu sebagian berorasi diatas tangki Pertamina. Sebagian lagi, membentangkan spanduk bertuliskan mahasiswa Pamekasan tolak kenaikan BBM.
Korlap Aksi Syaiful Bahri meminpin orasi diatas tangki pertamina. Bersama sejumlah rekan-rekannya, Syaiful meminpin orasi sembari menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah yang tidak mempertimbangkan keadaaan masyarakat yang sedang malarat.
“Kami menyayangkan sikap pemerintah yang menaikkan harga BBM karena tidak mempertimbangkan kondisi masyarakat yang sedang sulit,” ungkapnya saat orasi.

Mantan presiden mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu mengaku, blokade wujud janji demonstrasi sebelumnya yang akan melakukan pembaikotan pada SPBU yang ada di Pamekasan. Pemboikotan itu terbukti dilakukan karena hingga kini pemerintah tetap tidak berpihak terhadap masyarakat.
“Kami BEM Se-Pamekasan melakukan baikot pada SPBU. Ini janji kami saat demo lalu. Kami juga melakukan hal yang sama di seluruh pulau Madura kordinasi dengan BEM Kabupaten masing-masing,” teriaknya.
Ditengah orasi para demonstran, Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto mengatakan kepada sejumlah mahasiswa agar meminta korlap menghentikan aksinya. Aksi, kata Kapolres, dengan menyandera truk yang masih berisi BBM membahayakan masyarakat.
“Sampaikan (ke Korlapnya, Red) hentikan aksi. Aksi seperti ini membahayakan masyarakat. Ini saya masukkan pidana kalau tidak dihentikan,” pinta Kapolres ke mahasiswa yang ada dibawah.
Mahasiswa yang diminta itu mengangguk ta da setuju. Beberapa menit kemudian, perwakilan mahasiswa lain naik ke tangki pertamina menyampaikan pesan perwaira denngan dua Melati di pundak itu.






