Pertamina Patra Niaga Gelar Simulasi Penanganan Laka Lantas Mobil Tangki Pertamina Terbakar

SIMULASI: PT Pertamina Patra Niaga di Regional Jatimbalinus saat menggelar simulasi penanganan kasus laka lantas mobil tangki Pertamina yang terbakar.

Malang, Memox.co.id – PT Pertamina Patra Niaga di Regional Jatimbalinus menggelar simulasi penanganan kasus laka lantas antara mobil tangki Pertamina yang ditabrak mobil innova hingga mengakibatkan mobil tangki Pertamina terbakar, bertempat di kawasan Fuel Terminal Malang Jl. Halmahera Kota Malang, Jum’at (02/09/2022).

Digelarnya simulasi ini guna meningkatkan kehandalan dan kesiapan sistem, sumber daya, dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat yang ada dalam suatu lokasi ketika menghadapi kondisi yang sebenarnya, serta sebagai bentuk kesigapan dalam penanganan keadaan darurat.

Oleh karena itu PT Pertamina Patra Niaga di Regional Jatimbalinus bersama instansi terkait menyelenggarakan simulasi dengan skenario laka lantas antara mobil tangki Pertamina dengan mobil innova.

Kegiatan simulasi yang dilaksanakan pada Jum’at (02/09/2022) pagi tersebut diselenggarakan di dua lokasi yaitu di Kota Surabaya sebagai Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) dan Kota Malang sebagai lokasi kejadian.

Kegiatan pelatihan Chemical Emergency Response dan Chemical Safety Transportation ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan keselamatan transportasi jalan sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

EVAKUASI: Tim simulasi saat mengevakuasi pengendara mobil Innova yang tidak sadarkan diri.

Pertamina sendiri rutin melaksanakan simulasi keadaan darurat terutama terhadap seluruh sarana dan fasilitasi seperti Fuel Terminal, Depot Pengisian Pesawan Udara, SPPBE, Mobil tangka dan sarfas lainnya. Simulasi kami lakukan sebagai upaya antisipasi dan kesigapan dalam menangani keadaan darurat.

Seperti yang disampaikan Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deny Djukardi. Skenario simulasi kali ini dimulai Ketika mobil tangki Pertamina keluar dari gerbang Fuel Terminal Malang dan dari sisi berlawanan melaju kencang kendaraan pribadi dan menabrak lambung mobil truk tangki Pertamina sehingga terjadi kebocoran dan terbakar.

“Tidak berselang lama, api pun muncul. Upaya antisipasi dilakukan oleh tim Pertamina dibantu tim terkait sehingga dalam waktu kurang dari 35 menit api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, simulasi seperti itu harus terus kami lakukan dikarenakan resiko pekerjaan pendistribusian energi seperti BBM dan LPG sangat tinggi. “Setiap hari pekerja Pertamina berhadapan dengan produk yang berbahaya sehingga kesigapan atau awareness harus terus ditingkatkan agar upaya antisipasi bisa secara cepat dilakukan,” pungkas Deny.

Dalam kegiatan simulasi ini PT Pertamina Patra Niaga di Regional Jatimbalinus bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas serta perwakilan dari Defense Threat Reduction Agency (DTRA) Amerika Serikat. (fik)