Kota Malang, Memox.co.id – Pangdam V/Brw Mayjen TNI Nurchahyanto didampingi Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo, S.I.P, menggelar rapat secara virtual bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bertempat di Makorem 083/Bdj Jl. Bromo No. 17 Kota Malang, Minggu (03/07/2022).
Rapat secara virtual yang juga diikuti Kakesdam V/Brw Kolonel Ckm dr. Djanuar Fitriadi, Sp.B. Guna mengetahui setuasi terakhir PPKM khususnya di wilayah Jawa-Bali.
Dalam rapat tersebut Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan kalau untuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah vaksin booster bagi lansia masih rendah, kasus aktif Jawa Bali mengalami peningkatan, mobilitas masyarkat Jawa Bali mulai tinggi.
“Sehubungan dengan pemulihan ekonomi terus berjalan sedangkan untuk penentuan level PPKM Kab/Kota Jawa dan Bali hanya menggunakan indikator transmisi komunitas sehingga seluruh Kab/Kota berada pada level 1. Kondisi ini mampu menjaga tren pemulihan ekonomi yang terus meningkat,” jelasnya.
Dijelaskan juga olehnya, disaat yang bersamaan aspek kesehatan tetap terkendali meski mengalami peningkatan kasus harian tetapi rawat inap rumah sakit dan tingkat kematian masih rendah. Penentuan level PPKM diusulkan tetap hanya menggunakan indikator transmisi komunitas dan berlaku selama sebulan ke depan namun evaluasi tetap dilakukan.
“Sedangkan untuk vaksin booster tetap diakselerasikan mengingat antibodi masyarakat akan semakin berkurang. Saya mengusulkan syarat masuk tempat umum seperti mall atau perkantoran diubah menjadi vaksin booster,”ungkapnya.
Di akhir vicon Luhut Binsar Pandjaitan meminta kemenkes BNPB para Gubenur Pangdam dan Kapolda terus melakukan upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster di daerah dan seiring dengan tren penurunan jumlah tes perlu dikembangkan surveillance alternative seperti surveillance waster water yang diterapkan di Yogyakarta. (fik)






