Kediri, Memox.co.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Penegak Demokrasi Bhima Sakti melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Selasa pagi (15/06/2021).
Selain menyampaikan aspirasinya di depan kantor Pemkab, mereka juga berencana berorasi di Pendopo hingga Kantor Kejaksaan. Kedatangan massa tersebut dalam rangka menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Kediri dalam 100 hari kerjaannya,
Koodinator Lapangan (Korlap), Khoirul Anam, dalam pers rilis yang mereka sampaikan, Aliansi Bima Sakti menganggap Bupati Kediri hanya basa-basi menanggapi keluhan mereka yang telah disampaikan dalam forum Ngobrol Permasalahan dan Solusi (Ngopi) pada 12 Maret lalu, mereka juga menyoroti tentang hasil OTT Camat Purwoasri dan di parkiran Dispendukcapil yang dianggap ada perlakuan berbeda.
- Baca juga: Direktur CV Adhi Joyo Digugat Wakilnya
Selain itu, Bhima Sakti juga mempersoalkan keberadaan kegiatan sholat malam, menurut mereka sepanjang tahun 2020 tidak ada kegiatan sama sekali dan nyata-nyata kegiatan itu sudah dihentikan, tapi mereka mempertanyakan kenapa muncul pengadaan Mukena dan Sarung.
Diketahui, aksi demonstrasi tersebut digelar lantaran persoalan yang mereka sampaikan dalam Jum’at Ngopi yakni tentang kepemilikan tanah di area CBD SLG, pelayanan dan reformasi birokrasi dan persoalan lelang proyek serta persoalan wilayah Desa Sepawon sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
Tomi Ariwibowo, salah satu orator ketika dikonfirmasi usai berorasi menyampaikan, OTT di Purwoasri sebenarnya hal yang lumrah, namun didramatisir untuk pencitraan. “Harapannya agar Bupati Kediri segera melakukan reformasi birokrasi secara total, keseluruhan, benar dan tepat,” ujar Tomi.
Setelah berorasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, akhirnya perwakilan pendemo diterima oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri di ruang rapat Komisi 1. Mereka-pun menyampaikan aspirasi dan tuntutannya di hadapan Wakil Ketua Komisi 1, Lutfi Mahmudiono.
“Tadi kawan-kawan dari Aliansi Penegak Demokrasi Bima Sakti telah menyampaiakan aspirasinya terkait pengaduannya yang pernah disampaikan kepada Mas Bup saat acara Jumat Ngopi bulan Maret 2021 lalu di Pendopo,” ungkap Lutfi
Lutfi berjanji akan menyampaikan aspirasi dari aliansi kepada pimpinan DPRD, termasuk perihal desakan agar dibentuk panitia khusus masalah SLG. (mad/im/mzm)






