Situbondo, Memox.co.id – Penumpang kapal dari pulau Madura yang tiba di pelabuhan Jangkar jalani pemeriksaan oleh tim Satgas Kecamatan Jangkar dan pihak otoritas Pelabuhan Jangkar bersama Forpimka juga Puskesmas melakukan pemeriksaan swab antigen kepada para penumpang dari Madura yang tiba di pelabuhan Jangkar.
AKP Fauzan mengatakan, pihak pelabuhan Jangkar melakukan pengetatan saat tiba dipelabuhan dengan melakukan rapid tes antigen terhadap kedatangan penumpang dari Madura dalam rangka antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah Madura.
Dari hasil rapid tes antigen tersebut didapat Dua penumpang kapal asal Kepulauan Madura menjalani karantina di Puskesmas Arjasa, Situbondo, Jawa Timur setelah sebelumnya dinyatakan reaktif hasil swab antigen, yang dilakukan di pelabuhan Jangkar.
Baca juga: Calon Penumpang Kapal Ferry di Pelabuhan Jangkar Dites Genose
Kedua orang yang terpaksa dikarantina ini, masing-masing adalah S 47 tahun, perempuan warga Jenggawah, Jember serta R (43) tahun laki-laki, warga Kecamatan Sereseh, Sampang Madura.
“Iya betul mas keduanya dikarantina, karena berdasarkan swab antigen dinyatakan reaktif. Sementara ini masih dikarantina di Puskesmas mas,” terang Kepala Puskesmas Arjasa, Faridatul Aisah, Rabu (9/6/2021).
Masih menurut Farida, hari ini pihaknya sudah melakukan tes PCR terhadap keduanya, dan sudah dikirim ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, untuk kemudian masih menunggu hasil PCR tersebut.
Dirinya menjelaakan, jika nantinya hasil PCR dinyatakan positif, maka akan dikoordinasikan dengan Satgas Covid 19 Kabupaten, karena itu adalah pasien lintas kabupaten.
“Ya selanjutnya (positif Covid 19), kami koordinasikan dengan Satgas kabupaten dulu mas. Petunjuknya apakah dikembalikan ke daerah masing-masing, atau bagaimana itu menjadi kewenangan satgas kabupaten nantinya,” jelas Farida lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, otoritas pelabuhan Jangkar bersama Satgas Covid 19 Kecamatan Jangkar, melakukan tes swab (rapid) antigen kepada seluruh penumpang Feri asal Madura. Langkah itu dilakukan, untuk mengantisipasi masuknya klaster Covid baru, menyusul lonjakan Covid 19 yang terjadi di Kabupaten Bangkalan. (her/mzm)






