Jember, Memox.co.id – Pemerintah pusat telah melakukan vaksinasi kepada banyak kalangan sejak penyuntikan perdana dilakukan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 13 Januari 2021 lalu. Namun demikian ada kalangan yang sudah selayaknya untuk menjadi sasaran prioritas penyuntikan vaksin, yakni kepada kalangan guru ngaji atau ustadz.
Saran ini disampaikan oleh anggota DPRD Jember Mufid saat ditemui di gedung DPRD Jember, kemarin Rabu (2/5/2021). “Penyuntikan vaksin untuk guru ngaji ini patut dipertimbangkan untuk mencegah penyebaran virus dari kegiatan keagamaan seperti di musala,” ujar Mufid.
Menurut anggota Fraksi PKB ini, berdasarkan data sementara, diperkirakan terdapat sekitar 30 guru mengaji yang tersebar di berbagai penjuru Jember. Meski dalam kondisi pandemi sejak awal tahun 2020 lalu, sebagian besar dari mereka tetap mengajar mengaji di musala atau masjid yang berada di seluruh pelosok Kabupaten Jember.
“Karena sulit juga kalau kegiatan mengaji ini terhenti selama lebih dari setahun. Ini kan bagian dari pendidikan karakter,” ujar pria yang dikenal sebagai seniman kaligrafi ini.
Sementara pendidikan formal di sekolah telah mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara daring. Sebagai informasi sejumlah sekolah di Jember telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terutama untuk ujian sejak beberapa pekan yang lalu.
Bupati Hendy Siswanto sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember memberikan kesempatan pihak sekolah melakukan pembelajaran tatap muka dengan berbagai syarat, salah satunya seluruh guru menjalani vaksinasi.
“Pemeritah harus hadir untuk menjamin rasa aman bagi anak didik kita yang mengaji di musala-musala. Karena di saat pemerintah sekarang menggeber pembangunan fisik, menjadi tidak ada artinya jika banyak warga yang sakit. Saat ini kan Jember masih zona oranye, semoga dengan adanya vaksinasi untuk guru mengaji ini turut membantu mempercepat Jember menjadi zona hijau resiko penyebaran Covid-19,” tegas Mufid.
Mufid juga menyarankan agar pemerintah bisa lebih menggandeng peran para guru mengaji dalam kampanye ketaatan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat penurunan resiko penyebaran Covid-19 di samping program vaksinasi dan juga program penegakan hukum dari aparat.
“Para guru ngaji ini kan punya wibawa yang lebih di masyarakatnya. Ketika mereka juga turut mengajak santri dan juga keluarga santri serta warga pada umumnya untuk disiplin menggunakan dan prokes lainnya, saya yakin akan lebih efektif,” pungkas Mufid. (rio/mzm)






