Muspika Sumberasih Pantau Ikrar Komitmen Pilkades Serentak

Muspika Sumberasih Pantau Ikrar Komitmen Pilkades Serentak
IKRAR: Cakades berkomitmen untuk menciptakan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) yang aman dan kondusif di Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo, Memox.co.id – Undangan pelaksanaan ikrar janji Pilkades serentak, semua calon Kades berkumpul di pendopo pada pukul 15.30 WIB di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Cakades berkomitmen untuk menciptakan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) yang aman dan kondusif di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ikrar damai Pilkades ini dihadiri oleh Camat Sumberasih, Wiwit Suryaningsih, Sekcam, Rina Damayanti, Danramil, Lettu Kav Hasim, Kapolsek, Iptu Suyanto, Kadis PMD,Edi Suryanto, Kades dan panitia Pilkades serta anggota KPPS Kabupaten Probolinggo. Acara Ikrar di mulai pukul 17.00 WIB sampai selesai, Senin (19/4/2021).

Camat Sumberasih, Wiwit Suryaningsih mengatakan, dengan adanya pernyataan ikrar damai ini diharapkan dapat menjaga kontestasi hingga berjalan dengan baik, aman, lancar, aman dan damai. “Pada momentum kontestasi pastinya ada calon yang kalah dan yang kalah. Siapapun yang ditakdirkan oleh Allah SWT itu sebuah pilihan terbaik menjadi pemimpin di desa dan harus dilaksanakan amanah dengan baik,” ujar Camat Wiwit.

Danramil Kodim 0820/ Probolinggo, Lettu Kav Hasim menegaskan, ikrar damai ini merupakan sebuah janji yang harus dilaksanakan dengan ikhlas untuk menyukseskan jalannya demokrasi pemilihan kepala desa.
“Dalam sebuah kompetisi harusnya bersaing dengan baik dan sehat, saling menghormati dan menghargai para pesaingnya dan selalu patuhi aturan Pemerintah jaga Protokol kesehatan dengan adanya Covid 19,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Sumberasih, Iptu Suyanto menjelaskan, akan berupaya menjaga proses jalannya demokrasi pemilihan kepala desa dari awal sampai proses pelantikan bagi calon kepala desa terpilih nantinya.

“Dengan tidak menghormati dan menghargai para peserta Pilkades lain tentunya akan menimbulkan konflik serta permusuhan yang berdampak pada terhambatnya pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” katanya. (geo/mzm)