Hukum  

Maskur Heriono Optimis Bisa Suarakan Kaum Millenial

Kisah Caleg Dapil 2 Kota Batu Nomor Urut 7 Partai Golkar

Batu, Memo X
Muda, kreatif dan aktif di banyak organisasi itulah modal pemuda satu ini. Yakni, Maskur Heriono, Warga Jalan Imam Bonjol I Kelurahan Sisir Kota Batu. Kini, ia terdaftar sebagai calon legislatif dari Partai Golkar untuk dapil 2 (Sisir, Temas dan Oro-oro Ombo) Nomor Urut 7. Bagaimana kisah pemuda yang satu ini ? ….

Meski pernah menjalani hukuman akibat penyalahgunaan narkotika jenis ganja, Maskur Heriono (35) tidak menciutkan nyali mendaftarkan dirinya dalam bursa pemilihan legislatif (pileg) 2019. Menurut Heri, dia pernah menjalani hukuman pidana selama 4 tahun subsider 2 bulan karena melakukan pelanggaran hukum penyalahgunaan narkoba, perkara pidana pasal 11 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Hal itu, menjadi pelajaran yang sangat berharga, didalam sel, Heri sadar dan pasrah pada hukum yang berlaku tanpa ada keinginan meminta keringanan. “Itu saya lakukan untuk mengingatkan diri saya agar tidak mengulangi perbuatan melawan hukum. Didalam sel penjara saya selalu berpikir mengenai masa depan dan kehidupan saya dan itu menjadi tolak balik perubahan, ” ungkap Heri yang kini sebagai Manager Operasional Wahana Pasar Parkiran Batu. Lanjut Heri, setelah melampaui hukuman yang dijalani, langkah pertama dirinya adalah mencari pekerjaan untuk menopang hidup. Karena dedikasi dan kerja keras serta ide briliant yang dia cetuskan, Heri pun ditunjuk oleh salah satu Jatim Park Grup untuk mengelola wahana permainan dan menjadi manager Pasar Parkiran (PP). “Semua itu proses, saya jalani seperti ulat yang bisa menjadi kupu-kupu. Alhamdulillah saya dipercaya mengelola salah satu tempat wisata keluarga yang ada di Kota Batu. Itu adalah bukti keseriusan saya pada pekerjaan dan merubah hidup saya, ” kata Heri kepada Memo X. Selanjutnya fokus Heri adalah memperbaiki hubungan keluarga pribadinya yang sempat berantakan. Berkat Anugerah Allah, kata Heri, semuanya teratasi dengan baik hingga bisa berkumpul kembali dengan istri dan anak – anaknya. “Sekarang putra saya yang paling kecil duduk di bangku SD di salah satu sekolah dasar di Kota Batu. Putra yang pertama menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Batu, ” ujar dia. Bahkan saat ini Heri maju dalam bursa pencalonan anggota DPRD Kota Batu karena dorongan banyak pihak salah satunya dari organisasi masyarakat yang dirinya tergabung yaitu Pemuda Pancasila (PP). “Saya sempat menangis terharu sembari bertanya dalam hati kecil saya inikah buah ujian dari Allah dan juga taubat nasuha yang benar saya lakukan. Saya bermunajat dan minta petunjuk dari Allah Swt dan mendapatkan jawaban, saya pun punya keberanian untuk mencalonkan diri dan menulis sepenggal riwayat hidup saya. Ini juga berkat dorongan teman dan rekan kerja masih percaya kepada saya mantan napi yang ingin berubah dan bermanfaat bagi semua,” tambahnya. Ia maju ke ranah politik, bukannya tapa bekal. Tetapi berbekal banyaknya teman, khususnya kaum muda atau disebut milenial. Dengan demikian ketika menjadi dewan nanti, akan bisa menjadi jembatan keinginan pemuda. “Ini janji saya, dimana akan siap membantu aspirasi pemuda. Saya siap menjadi jembatan mereka, ” ujar pria yang beralamat di jalan Imam Bonjol I No 46, Kelurahan Sisir. Karena dirinya menjadi satu-satunya bacalon pileg yang pernah menjalani masa tahanan, Heri tetap optimis segera melengkapi administrasi yang ada dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Ada berkas yaitu pertama, surat keterangan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) yang menerangkan bahwa bakal calon telah selesai menjalani pidana penjara. Kedua berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, salinan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Terpisah, Endro Wahyu Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Batu mengaku bangga kalau ada anggota PP yang maju sebagai caleg, apalagi bisa membuktikan prestasinya. Jika nanti Heri digariskan menjadi dewan, pesan Endro harus bersungguh-sungguh. “Heri memiliki potensi, ide briliant sering dia buat buktinya lahir wahan wisata Pasar Parkiran (PP) yang murah dan representatif untuk menampung PKL dari pada dijalan-jalan dan terjaring razia. Bahkan pegawai PP rata-rata adalah bekas anak jalanan dan napi yang dia galang untuk bekerja, serta di didik di arahkan oleh Heri untuk memperbaiki hidup mereka jauh dari dunia hitam, ” kata pria Hendro sapaan akrabnya. (lih/jun)