Hukum  

Bupati Sampang Jadi Korban Hoax

Pelakunya Guru Madrasah Kemenag Sampang

Sampang Memo X
Pada Maret 2019 lalu, sempat heboh dengan berita hoaks yang telah di sebarkan oleh warga, kecamatan Robatal di beberapa media sosial. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi sempat menjadi korban pemberitaan hoax.
Ternyata pelaku penyebar hoaks tersebut adalah Abdurrahman dengan profesi guru di salah satu madrasah dibawah naungan Kemenag Sampang dan membuat pihak kepolisian geram dengan hal itu.
Mawardi yang menjabat sebagai kasi pendidikan madrasah di Kemenag Sampang mengaku, pihaknya bersama kiai dan tokoh kepala desa asal Abdurrahman, siap mengambil perkara ini.
“Karena saya tahu profilnya, seumpama tidak tahu saya tidak akan berani, orangnya pendiam dan tidak banyak tingkah,” ujar Mawardi, Sabtu (6/4/2019).
“Saya rasa kasus ini dalam unsur ketidak sengajaan, saya tahu dia hanya terpancing dalam emosi maraknya Pemilu, dan kami sudah berkunjung ke rumah yang bersangkutan” katanya.
Saat ditemui di rumahnya, Mawardi menyebut, Abdurrahman dalam kondisi terpuruk dan butuh dukungan orang banyak. “Dia tidak bisa melakukan apa-apa. dia memegang ponsel saja tidak berani, Apalagi kedua orang tuanya sakit, karena mendengar anaknya terkena kasus ini,” imbuhnya.
Menurut Mawardi, Abdurrahman sudah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Abdurrahman bahkan bersedia menulis surat pernyataan, yang disaksikan perwakilan Bupati Sampang dan kepolisian.
H. Slamet Junaidi sebagai Bupati Sampang sangat bijak sekali dengan penyebaran hoaks yang sangat merugikan masyarakat khususnya diri sendiri dengan sikap bijak tidak menanggapi hal tersebut.
“Bupati sampang sangat bijak sekali. Tidak menanggapi persoalan ini secara frontal karena beliau paham bahwa ini merupakan persoalan ketidaksengajaan saja,” terang Mawardi, lulusan IAIN Surabaya. (aga/jun).