Hukum  

Wawalikota : Perempuan Memiliki Peran Wanita Wanita Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya

Probolinggo,Memo X

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo menggelar sosialisasi pentingnya pencegahan bencana khususnya untuk kaum  perempuan. Sosialisasi dibuka oleh Wawali HMS.Subri yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti, Kantor Walikota.Selasa (2/4/2019).

Sosialisasi ini mengusung tema “ Wanita Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya “. Sosialisasi tersebut diikuti kurang lebih 120 peserta, yang terdiri dari kepala OPD, pengurus dan anggota  DWP, pengurus Tim Penggerak PKK serta narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur.

Kepala BPBD, Prijo Djatmiko menyampaikan, tujuan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan  masyarakat serta kesiapsiagaan pemangku kepentingan dalam menghadapi resiko bencana.

“Peserta sosialisasi diharapkan dapat memberikan pembelajaran dasar terhadap tanggap darurat bencana dalam bentuk simulasi. Dapat memberikan informasi kepada para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun masyarakat sekitar lingkungannya,” terangnya.

Dalam sambutannya,Wawalikota HMS. Subri menyampaikan, peristiwa bencana yang terjadi diberbagai daerah tentunya benar-benar menuntut perhatian dan koordinasi terpadu dari ketiga komponen. Yakni pemerintah, badan usaha dan masyarakat untuk kesiap-siagaan ketangguhan dalam bingkai kebersamaan dalam menghadapi bencana.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan narasumber dapat memberikan pembelajaran terkini di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana, yang disertai dengan praktek simulasi dasar tanggap darurat pada saat terjadi gempa,” terang Wawalikota.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Probolinggo, Tri Wahyuni Bambang Agus mengatakan, perempuan memiliki peran strategis dalam menghadapi bencana, agar resiko yang ditimbulkan akibat bencana dapat ditekan melalui upaya meningkatkan peran perempuan dalam mitigasi bencana.

“Untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam menangani resiko bencana, perlu dilakukan peningkatan kesadaran perempuan dalam memahami situasi lingkungan dan ancaman, serta meningkatkan kemampuan untuk menilai resiko yang dihadapi perempuan sebagai individu, anggota keluarga dan masyarakat,” ujarnya.(geo)