PT Bagong Dekaka Makmur Raih Piagam Penghargaan Wajib Pajak Teraktif

Tax Gathering KPP Pratama Kepanjen Bersinergi Menuju Pajak Kuat  Negara Maju

Malang, Memox.co.id -Dirut (Direktur Utama ) PO Bagong Transport Hari Susilo terima piagam penghargaan dari kantor KPP (Kantor Pelayanan Pajak ) Pratama  Kepanjen sebagai WP (Wajib Pajak ) Teraktif menyisihkan 30 nominasi lainnya, Selasa  (26/11/19).

Kegiatan Tax Gathering yang diselenggarakan KPP Pratama Kepanjen tahun 2019 mengangkat tema  Bersinergi Menuju Pajak Kuat  Negara Maju  dihadiri Kakanwil DJP ( Direktorat Jenderal Pajak ) Jatim Rudy Gunawan Bastari.

HADIR :Kakanwil DJP III Jatim Rudy Gunawan Bastari bersama Dirut PO Bagong Transport Hari Susilo dan kepala KPP Pratama Kepanjen Budi Harjanto

Dalam kata sambutannya selaku Kepala KPP Pratama Kepanjen Budi Harjanto menyampaikan kalau Tax Gathering merupakan kegiatan rutin tahunan dengan tujuan untuk meningkatkan  sinergitas dan kebersamaan antara WP dengan DJP ( Direktorat Jenderal Pajak ) dalam melaksanakan pembangunan negara.

Selain itu juga untuk menciptakan kesetaraan antara WP dengan petugas pajak, karena tidak menutup kemungkinan pasti ada konflik dengan WP. Digelarnya  kegiatan seperti ini, saya berharap  segala permasalahan maupun konflik dapat diselesaikan secara bersama sama, “terangnya.

Usia menerima piagam penghargaan sebagai WP Teraktif Dirut PO Bagong Transport Hari Susilo mengatakan, sebelum saya ucapkan terima kasih kepada KPP Pratama Kepanjen yang telah memilih PT Bagong Dekaka Makmur sebagai WP Teraktif menyisihkan puluhan WP lainnya.

Pembangunan ini, pada umumnya membutuhkan dana yang besar sehingga diperlukan partisipasi dari seluruh warga Indonesia. Salah satu bentuk partisipasi warga adalah kepatuhan dalam membayar pajak,”tuturnya.

TERAKTIF : Dirut PO Bagong Transport Hari Susilo saat menerima Piagam Penghargaan sebagai Wajib Pajak Teraktif dalam giat Tax Gathering KPP Pratama Kepanjen

Dirinya juga menjelaskan, dalam kenyataannya masih banyak warga yang kurang memahami hak dan kewajiban mereka sebagai WP. Sehingga utang pajak meningkat dan target penerimaan pajak tidak tercapai. Seperti disampaikan Kakanwil DJP III Jatim Rudy Gunawan Bastari.

“Saya dapat katakan, seorang WP yang patuh dalam membayar pajak, dapat dikatakan memiliki jiwa nasionalisme karena dirinya telah menganggap  membayar pajak bukan kewajiban tapi kebutuhan untuk membangun negara  Indonesia agar lebih maju, “ungkapnya.(fik)