Beranda TRIBRATA Tolak Anarkisme, Polres Blitar Inisiasi Deklarasi Damai

Tolak Anarkisme, Polres Blitar Inisiasi Deklarasi Damai

33
0
Deklarasi damai Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas dan Mahasiswa, tolak aksi anarkisme, kekerasan dan teror di Mapolres Blitar.
Deklarasi damai Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas dan Mahasiswa, tolak aksi anarkisme, kekerasan dan teror di Mapolres Blitar.

Blitar, Memox.co.id – Puluhan perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas dan Mahasiswa menggelar deklarasi damai di ruang Rupatama Mapolres Blitar, Jumat (16/10/2020). Mereka menolak adanya aksi anarkisme, kekerasan dan terorisme di wilayah Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, tahun ini pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar digelar, dan rawan terjadi konflik. Hal ini karena Kabupaten Blitar hanya memiliki dua pasangan calon kepala daerah.

“Kondisi ini biasanya membuat fanatisme pendukung lebih tinggi dibandingkan daerah yang memiliki paslon lebih dari dua. Sedangkan fanatisme yang tinggi ini menyebabkan menyebabkan masyarakat lebih mudah tersulut jika terjadi konflik,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Lebih lanjut Ahmad Fanani menyampaikan, untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan deklarasi damai bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mahasiswa untuk menolak aksi anarkisme, kekerasan dan teror dalam Pilbub Blitar 2020.

“Kami tidak ingin Kabupaten Blitar dikotori oleh ulah oknum tak bertanggung jawab yang menciptakan konflik dalam Pilkada serentak nanti. Untuk itu kami mengundang pihak-pihak yang kami rasa cukup berpengaruh untuk melakukan deklarasi,” jelasnya.

Fanani menambahkan, apalagi Kabupaten Blitar juga dikenal sebagai Bhumi Laya Ika Tantra Adhi Raja atau bumi persemayaman raja-raja besar pendiri bangsa. “Jangan kotori tanah raja-raja ini dengan konflik,” tandas Kapolres Blitar.

Kapolres Blitar mengaku, juga telah melakukan koordinasi dengan tim sukses kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar, agar tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun. Utamanya perbuatan-perbuatan yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Baik paslon nomor urut satu maupun paslon nomor urut dua, jangan melakukan tindakan curang dalam bentuk apapun, apalagi yang berpotensi menimbulkan konflik. Kita tegas akan menindak siapapun yang melanggar,” tegasnya.

Untuk diketahui, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar 2020 pada 9 Desember 2020 mendatang, hanya ada dua paslon Bupati dan Wakil Bupati. Kedua paslon adalah kubu petahana Rijanto-Marhaenis dengan nomor urut 1, yang diusung PDIP, Demokrat, Nasdem, Golkar, Gerindra dan PPP. Sedangkan penantangnya adalah pengusaha wanita Rini Syarifah atau Mak Rini-Makdhe Rahmat yang diusung PKB, PAN dan PKS, dengan nomor urut 2. (jar)