Untuk kegiatan lain seperti praktikum, coaching clinic, kunjungan lapang dan kuliah tamu juga diberikan kepada mahasiswa RPL sebagai metode akselerasi selama di kampus.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro Drs. Muridan, MM yang mewakili kepala dinas, menyampaikan bahwa program RPL ini tidak hanya untuk memperoleh gelar. Tapi juga untuk meningkatkan SDM pegiat desa. Dengan ilmunya, dapat diimplementasikan di desa.
“Kami berharap program RPL ini tidak hanya untuk memperoleh ijazah saja, untuk menambah bekal ilmu saja, tapi Bapak/Ibu boleh berbangga untuk kuliah RPL S2, tetapi akan lebih bangga jika ilmunya bertambah banyak dan ilmunya nanti bermanfaat khususnya bagi diri sendiri, lingkungan dan lebih penting adalah bagi masyarakat di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
RPL Desa diharapkan dapat menjadi salah satu kunci untuk melakukan percepatan desa Mandiri di Bojonegoro. Selain itu juga meningkatkan status desa mulai dari desa berkembang ke desa maju, lalu ke desa mandiri. Peningkatan status harus diimbangi kemampuan SDM.
Pada 2022, capaian Desa Mandiri di Kabupaten Bojonegoro berjumlah 155, Desa Maju 251 dan 13 Desa Berkembang. Sedangkan pada tahun 2023 ini, dari 419 desa keseluruhan, 262 desa telah memiliki predikat sebagai Desa Mandiri. Sedang Desa Berkembang sudah tidak ada atau nihil.
Dari hasil monitoring dan evaluasi oleh Tim Penjaminan Mutu RPL S2 Universitas Brawijaya, sampai dengan saat ini tidak ada kendala yang berarti dan mahasiswa telah mengikuti perkuliahan dengan aktif. (*/sgg)






